Bandung Raih Anugerah Kota Layak Pemuda 2017
net

Bandung Raih Anugerah Kota Layak Pemuda 2017

  • Senin, 27 November 2017 | 05:37:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Padang - Kota Bandung meraih penghargaan sebagai Kota/Kabupaten Layak Pemuda 2017 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Penghargaan diserahkan Menpora Iman Nahrawi kepada Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam malam penganugerahan di Ballroom Grand Inna Padang Convention & Exhibition Hotel, Kota Padang Sumatera Barat, Sabtu (28/10/2017) malam.

Selain Kota Bandung dari Jabar, 9 kota/kabupaten lainnya yang menerima penhargaan serupa, yakni Kotamadya Jakarta Utara (DKI Jakarta), Kota Makassar (Sulawesi Selatan), Padang (Sumatera Barat), Tangerang, Tangerang Selatan (Banten), Ternate (Maluku Utara), Banda Aceh (NAD), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Bantaeng (Sulawesi Selatan). Selain mendapatkan piagam dan piala, pemerintah kabupaten/kota penerima Anugerah Kabupaten/Kota Layak Pemuda tahun 2017 juga akan mendapatkan uang pembinaan senilai Rp100 juta.

Kota Layak Pemuda (KLP) dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sejak tahun 2016. Bisa disebut KLP jika telah tercapai sejumlah indikator yang ditetapkan. Antara lain dukungan Perda tentang kepemudaan (regulasi), ruang dan tempat berekspresi kreasi pemuda fasilitas yang mampu menopang kegiatan kepemudaan (infrastruktur), keaktifan organisasi kepemudaan dan komunitas pemuda, serta kemandirian pemuda sebagai pelopor bidang UMKM.

"Alhamdulillah Kota Bandung termasuk 10 kota/kabupaten di Indonesia yang mendapatkan anugerah Kota Layak Pemuda. Hal ini karena Kota Bandung memiliki regulasi dan keberpihakan terhadap pembangunan pemuda yang luar biasa," kata Oded seusai menerima penghargaan.

Kota Bandung menjadi sangat layak disebut kota pemuda karena dari total jumlah penduduk Kota Bandung 2,3 juta jiwa lebih dari 50 persennya berusia 16 sampai 30 tahun. Hal itu juga mendorong Kota Bandung merupakan kota pertama yang mempunyai peraturan daerah (Perda) tentang Kepemudaan melalui Perda No 1/2016.

Lebih dari itu, dengan keberpihakan kebijakan program Pemkot Bandung terhadap kepemudaan diwujudkan dengan dibangunnya berbagai fasilitas fasilitas publik. Seperti Bandung Creative Center sebagai wadah komunitas-komunitas kreatif, skate park, taman film, taman musik, dan taman-taman lainnya sebagai wadah penunjang kepemudaan.

"Kota Bandung juga memiliki perhatian terhadap fasilitas kepemudaan dan dukungan APBD juga pembinaan kepemudaan, tidak kalah pentingnya pemuda pemudi di Bandung merupakan pemuda pemudi yang kreatif," ujarnya.

"Anak-anak muda kita mempunyai kreativitas seni budaya yang mampu dieksperesikan di bidang ekonomi kreatif. Contohnya para pengusaha kaus, kebanyakan anak-anak muda. Wajar jika Kota Bandung mendapatkan (penghargaan) Kota Layak Pemuda," sambung Oded.

Selain itu, penguatan kebijakan anggaran kepemudaan yang disalurkan melalui KNPI dan karang taruna di setiap kelurahan/kecamatan oleh Pemkot Bandung, juga menjadi salah faktor penguat penilaian kriteria KLP. Seperti melalui program PIPPK, ruang-ruang kepemudaan tingkat kewilayahan di Kota Bandung mempunyai keleluasaan anggaran, juga karang taruna sebagai organisasi kepemudaan diberikan program untuk perkembangan wilayahnya.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK, berharap penghargaan tersebut dapat memicu kota-kota lainnya untuk melakukan hal serupa guna memanfaatkan gelombang bonus demografi yang kian dekat dengan baik.

Dia mengatakan penganugerahan tersebut merupakan salah satu upaya dalam mendorong agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik berbentuk regulasi, anggaran, infrastruktur dapat terwujud secara nyata dan terbuka.

"Sehingga kita semua sebagai penanggungjawab kepemudaan, dapat betul-betul mengantarkan pemuda yang memiliki kemauan untuk mengeksplorasi segala potensi yang dimilikinya," ujar Imam.

Penilaian yang dilakukan untuk memilih Kota Layak Pemuda tersebut, dilaksanakan tim independen dengan memperhatikan berbagai aspek. Yaitu bagaimana peran dan kesungguhan kota/kabupaten dalam menggali potensi pemudanya.

Salah satunya yaitu adanya peraturan daerah, regulasi-regulasi yang memberikan porsi luas bagi pemuda, anggaran dan berbagai fasilitas yang diberikan dalam rangka menunjang dalam mengembangkan kemampuan pemuda tersebut.

"Kemudian adanya momentum-momentum yang diberikan oleh pemerintah daerah yang memungkinkan pemuda memamerkan hasil karyanya," tambahnya.

Berdasarkan Perpres No 66/2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan, menurut Imam, pemuda tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenpora.

"Tetapi kementerian dan lembaga lainnya harus memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi partisipasi pemuda di Indonesia," ucap Imam.

Program yang dijalankan oleh pemerintah, kata dia, sebaiknya melibatkan pemuda sebagai aktor bukan sebagai subjek, di mana pemuda memiliki andil dan peran aktif dalam rangka menyukseskan program tersebut. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Wali Kota Bandung Bersyukur Dinyatakan Negatif Covid-19
Wali Kota Bandung Hadiahi Sepeda untuk 2 Manusia Gorong-gorong
Rumah Deret Jadi Langkah Pemkot Bandung Tangani Kawasan Kumuh
3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional
Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring

Editorial


    Info Kota