web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pemuda Ditantang Jadi Pelopor Program Kesehatan

    Hari sumpah pemuda ke89

    Pemuda Ditantang Jadi Pelopor Program Kesehatan

    • Sabtu, 28 Oktober 2017 | 20:11:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Menyongsong Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-89, Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menantang kepeloporan pemuda Indonesia dalam bidang kesehatan.

    Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo mengatakan, kesehatan masyarakat adalah bagian penting dalam pembangunan bangsa. Namun di tengah masyarakat yang sibuk dengan pencapaikan ekonomi, urusan pemeliharaan kesehatan sering terabaikan.

    "Sebagai pemilik masa depan, pemuda ditutntut kepeduliannya dalam masalah kesehatan,’" ujar Sigit di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

    Menurut Sigit, pencapaian ekonomi tak ada artinya bila harus mengorbankan sisi kesehatan. Sigit juga mengingatkan bahwa proses pembangunan bangsa akan menghadapi persoalan serius jika masalah kesehatan terbengkelai. Pejabat Kemenko PMK yang mengawal isu-isu kesehatan nasional itu justru menyayangkan bahwa masyarakat, khususnya anak muda saat ini, kurang peduli dalam menjaga pola hidup sehat. Jumlah penderita penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, cenderung meningkat.

    "Gaya hidup masyarakatnya saja maunya serba instan, olahraga malas, kebiasaan rokok dan minum-minuman beralkohol juga masih tidak bisa dihilangkan," ucapnya.

    Laporan dari Health Sector Review 2014 menyebutkan bahwa kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular (PTM) seperti Jantung, Gagal ginjal dan Stroke masih menduduki peringkat pertama.

    Sigit menjelaskan, 30 tahun lalu, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis, dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini ditengarai oleh perubahan gaya hidup masyarakat dan parahnya pemuda-pemuda menjadi bagian dari serangan PTM tersebut.

    “Ini menjadi ancaman bagi bangsa kita. Usia produktif dengan jumlah besar yang seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan, justru akan terancam apabila derajat kesehatannya terganggu oleh PTM dan perilaku hidup yang tidak sehat,” tandas Sigit.

    Dia mengatakan,  pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.

    Di samping itu, pembelajaran di era jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik, yaitu penyakit jantung, Gagal Ginjal, Kanker, dan Stroke.

    Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara. “Upaya mengurangi beban anggaran harus sejalan dengan perubahan paradigma bahkan perilaku masyarakat untuk lebih berparadigma sehat dan menerapkan pola hidup yang sehat,” ujar Sigit.

    Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 yang mengusung tema 'Berani Bersatu', Sigit berharap perilaku hidup sehat bisa diperankan oleh pemuda. Mengingat pemuda adalah pewaris semangat juang pahlawan dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia dalam bidang kesehatan.

    "Jika Pemuda tidak mulai ikut berkontribusi dalam kesehatan, maka pembangunan akan sia-sia. Pemuda adalah tonggak kekuatan bangsa, tanpa pemuda regenarasi kita akan mandeg. Itulah mengapa kesehatan pemuda akan turut menentukan kualitas sumber daya manusia indonesia. Jika pemuda sehat maka, mencapai masa keemasan Indonesia akan semakin nyata," paparnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tiap Tahun, Pemprov Jabar Perbaiki 20 Ribu Rumah
    27,77 Juta Orang Masih di Bawah Garis Kemiskinan
    BIJB Kertajati Jadi Pusat Angkutan Logistik
    Jabar Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor
    Kemenko PMK Kenalkan Sisnas Pemantauan Kekerasan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Advertisement On Google