web stats service from statcounter

Gedung Sate

  • Humas Jabar Luncurkan Program Japri
    Humas Jabar Luncurkan Program Japri

    HUMAS Jabar meluncurkan program dialog publik bertajuk Jabar Punya Informasi (Japri) di Area Taman Barat Gedung Sate, Kamis (27/09/2018).

    Hot News

    • Berebut Puncak Klasemen
      Berebut Puncak Klasemen
      • 24 Oktober 2018 | 09:03:00 WIB

      LAGA PSM menjamu Persib di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (24/10/2018) sore ini, dijamin berlangsung seru dan sengit.

    Inspirasi

      Nasdem takkan Sodorkan Cawagub Pendamping Emil
      net Ridwan Kamil dan Saan Mustofa saat deklarasi

      Nasdem takkan Sodorkan Cawagub Pendamping Emil

      • Sabtu, 28 Oktober 2017 | 05:29:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Partai NasDem menjadi satu-satunya partai di koalisi pendukung Ridwan Kamil yang tidak akan menyodorkan bakal calon wakil gubernur pendamping wali Kota Bandung tersebut pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mendatang.

      Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa mengatakan, Emil sendirilah yang bisa menentukan calon wakil gubernur yang cocok menjadi pasangannya. Karena itu, NasDem menyerahkan penentuan cawagub kepada Emil.

      "Enggak, Nasdem tidak akan mengajukan calon wakil gubernur untuk Kang Emil," ujar Saan seusai menggelar rapat koordinasi Partai NasDem Jabar di Bandung, Jumat (27/10/2017).

      NasDem sendiri akan memberikan kebebasan kepada partai lain di koalisi, untuk mengajukan kandidat Cawagub. Tiga partai pendukung Emil pun sudah ancang-ancang menawarkan kadernya sebagai cawagub.

      PPP resmi mengajukan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, lalu PKB sudah mengatongi 3 nama, di antaranya Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda. Selanjutnya Partai Golkar yang baru bergabung siap memasangkan Emil dengan anggota DPR Daniel Muttaqien. Dengan banyaknya nama kandidat cawagub, Saan menyarankan agar digelar seleksi. "Bisa semacam beauty contest, misalnya," ucapanya.

      Kendati demikian, Saan menegaskan, setiap partai pengusung Emil memiliki posisi yang sama. Tidak ada satu partai pun yang harus diistimewakan, karena semuanya memiliki peran sama. Karena itu, semuanya pun harus dirapatkan terlebih dulu bersama partai lainnya, termasuk dalam penentuan cawagub.

      Saan menjelaskan jumlah kursi di DPRD Jabar terbanyak yang dimiliki sebuah partai, tidak langsung menjadikan partai tersebut menjadi pemimpin koalisi.
      Walaupun nemiliki kursi legislatif terbanyak, yakni 17, menurut Saan, Partai Golkar tidak mutlak bisa meloloskan kadernya menjadi cawagub. Begitupun dengan PPP, PKB, dan NasDem.

      "Wakil belum fiks, baru usulan-usulan saja. Kita mengedepankan kesetaraan, makanya kita bicarakan secara bersama-sama," tegas Saan.

      Soal kriteria cawagub yang diinginkan NasDem, Saan mengatakan, tokoh tersebut harus bisa saling melengkapi. Selain memiliki kapabilitas, popularitas, dan elektabilitas, yang tidak kalah penting adalah religiusitas mengingat karakteristik warga Jabar yang agamais. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Ini Pemenang Pilkada Serentak 2018 di Jabar
      KPU Jabar Optismistis Tak Ada Gugatan ke MK
      Partisipasi Pemilih Meriah, KPU KBB Semringah
      Hengky Banjir Ucapan Selamat di Antaranya dari SBY
      Cabup KBB Nomor Urut Satu Elin, Tunggu Hasil KPU
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google