web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kembangkan Tenun Majalaya, Jantera Gelar Pelatihan
    istimewa H Komar menunjukkan hasil tenunan perajin Majalaya

    Kembangkan Tenun Majalaya, Jantera Gelar Pelatihan

    • Jumat, 27 Oktober 2017 | 21:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Komunitas Jejaring Pecinta Tenun Nusantara (JANTERA) bekerjasama dengan Bank BNI Cabang Majalaya menggelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Teknis dan Visual Kain Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) di Kantor Sub Unit Pengembangan Industri Pertekstilan (UPT) Majalaya, Jalan Raya Majalaya-Rancaekek KM 3 Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, yang dibuka pada 28 September 2017 lalu.

     Ketua Harian JANTERA Komarudin Kudiya mengungkapkan, pelatihan dengan tema 'Menggali dan Mengembangkan Identitas Terbarukan Tenun Majalaya' ini terinspirasi oleh mulai padamnya usaha-usaha tenun ikat, khususnya tenun Majalaya, menginspirasi

    Komar menekankan, derasnya keran impor tekstil dari luar negeri semakin menyudutkan perajin tenun. Bahkan saat ini tak sedikit perajin tenun yang terpuruk. Karenanya melalui kegiatan pelatihan ini, Komar bertekad membangkitkan kembali tenun ikat Majalaya ke masa jayanya.

    "Dari tahun 2008 hanya beberapa daerah di Jawa Barat yang punya batik khas, sekarang 27 kabupaten kota se-Jabar punya batik khas masing-masing," kata Komar.

    Pelatih ini bertujuan untuk mengembalikan lagi kejayaan tenun Majalaya melalui kekuatan dan kearifan lokal yang dimiliki para penenun Majalaya. Juga untuk meningkatkan pendapatan para penenun Majalaya sehingga bisa menyejahterakan kehidupannya di masa mendatang. Selain itu, Ingin menjaga serta menumbuhkan kembali kecintaan para generasi muda pada kearifan lokal tenun Majalaya yang memiliki keindahan dan keunggulannya.

    "Akan kami tunjukkan bahwa kegiatan ini ada hasilnya, karena tenun di Jabar dari dulu punya potensi yang luar biasa," jelas pemilik Rumah Batik Komar ini.

    Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyebutkan, kuota peserta sangat terbatas hanya 25 orang saja. Namun di luar perkiraan, jumlah perajin yang hadir melampaui jumlah kuota. Hal ini menunjukkan antusiasme perajin tenun untuk bangkit sangat tinggi.

    Bentuk pelatihan atau pembinaan yang dilakukan yakni berupa peningkatan hard skill maupun soft skill, keterampilan motorik maupun kognitif, terutama memunculkan adalah identitas visual desain wilayah setempat.

    Pelatihan sendiri sudah dilakukan sejak 28 September 2017, dan telah berjalan selama 4 pekan. Pada pekan kedua dilakukan peninjauan dan dipantau kondisi desain-desain tenun yang telah diajarkan pada saat pelatihan awal. Pada 25 Oktober 2017, hasil dari peningkatan kualitas desain ini dipamerkan di Kantor Sub Unit Pengembangan Industri Pertekstilan Majalaya, yang ditutup oleh Ibu Rini, Wakil Pimpinan BNI Cabang Majalaya.

     

    Selanjutnya, hasil dari pelatihan berupa lembaran-lembaran kain tenun yang dibuat para penenun Majalaya dengan produk yang telah mendapatkan sentuhan dari para pemateri (mentor). Kain-kain tersebut akan dievaluasi dan akan ditingkatkan kembali desain-desainya pada periode mendatang atau tahap kedua.

    Pada tahap kedua, penenun akan lebih difokuskan pada rancangan desain kain yang akan dipersiapkan sebagai bahan atau material fashion. Sehingga pada program tahap ketiga langsung bisa diwujudkan pada karya dalam bentuk baju-baju yang akan dirancang oleh fashion designer. Hasilnya akan ditampilkan atau digelar di Jakarta dengan mengundang tamu-tamu yang potensial dan para pemerhati wastra tradisional Indonesia.

    Pelatihan dan pembinaan akan dilakukan berkelanjutan selama 1 tahun dan dibagi menjadi beberapa tahap. Dengan setiap tahapan membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan.

    Setelah diberi pelatihan tahap satu dan tahap kedua, penenun Majalaya akan diminta untuk membuat kain tenun untuk kebutuhan sandang yang akan diwujudkan dan diolah menjadi pakaian yang dibantu perancang busana nasional. Adapun desain dari kain tersebut dapat terdiri dari dua alternatif, yakni pertama, desain kain tenun (tenun songket, ikat, dobby) yang desainnya dibuat desainer tekstil (pendamping ahli), dan kedua desain kain tenun (tenun songket, ikat, dobby, Jacquard) yang dirancang oleh para penenun

    Setelah kain tersebut selesai maka akan mulai dilibatkan perancang busana untuk membuat suatu arahan konsep dan rancangan koleksi yang menggunakan kain tersebut sebagai bahan utamanya. Pakaian tersebut kemudian akan ditampilkan kepada masyarakat luas dalam suatu peragaan busana dan pameran yang dilakukan di Bandung atau Jakarta.

    "Kegiatan yang direncanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan tentu akan memberi dampak yang sangat baik bagi para pelaku usaha kecil menengah. Hal-hal yang berkaitan dengan proses dan pengawasan materi dan produksi akan dipantau dan didampingi untuk mencapai tujuan dari sebuah kegiatan pelatihan yang baik dan tepat. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Hadapi Tahun Baru, PT KAI Siagakan 1.854 Kereta
    Pemkot Bandung Luncurkan Program Kredit Bagja
    Stok Pangan Aman hingga Awal Tahun Depan
    Rp350 M Dana APBN untuk BIJB Cair Tahun Depan
    Merauke Bisa jadi Produsen Beras Terbesar Nasional
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.