web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Skyway akan Gantikan Proyek LRT Bandung Raya
    net Wagub Jabar Deddy Mizwar

    Skyway akan Gantikan Proyek LRT Bandung Raya

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar membuka peluang bagi investasi perusahaan Rusia untuk mengembangkan transportasi massal Skyway di wilayah Bandung Raya.

    Skyway tersebut sebagai pengganti proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan yang menemui jalan buntu akibat tidak adanya biaya, baik dari APBN, APBD, maupun investor.

    Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan Skyway yang ditawarkan investor Rusia kepadanya beberapa hari lalu tersebut memiliki biaya lebih murah. Nilai proyek itu hanya seperenam dari biaya pembangunan LRT yang sebelumnya direncanakan dibangun di Bandung Raya.

    Skyway sendiri merupakan kereta dengan sistem rel gantung. Selain lebih murah daripada LRT yang menghabiskan banyak biaya pembebasan lahan, Skyway pun disebut sebagai teknologi transportasi ramah lingkungan dan tidak memerlukan banyak lahan.

    "Keunggulan dari Skyway lebih murah. Kemarin dihitung hanya seperenam biaya LRT. Mengingat LRT atau Skyway tidak mungkin dibiayai APBD atau APBN, jadi harus dari investor. Kalau investor harganya harus efisien sehingga konsumen mampu menjangkau," ungkap Demiz, Selasa (24/10/2017).

    Demiz berharap LRT dibiayai oleh APBN, seperti yang dibangun di Jakarta. Namun nyatanya, pemerintah pusat tidak dapat membiayainya dan akhirnya rencana tersebut menemui jalan buntu.

    "LRT di Jabar kita ubah jadi Skyway. Karena kalau LRT enggak ada investor yang mau. Jakarta saja enggak ada yang mau investasi. Makanya, Jakarta dan sekitarnya pakai APBN dan APBD. Dulu kita harap LRT Bandung Raya dibiayai APBN, karena APBD (Jabar) enggak sanggup. Tapi ternyata APBN enggak ada anggarannya. Maka kita beralih ke investor Rusia ini, yang realistis dan murah," paparnya.

    Demiz mengatakan, Skyway yang akan dibangun di Bandung Raya, harus memiliki panjang minimal 100 km. Dengan panjang tersebut, barulah keuntungan investasinya akan dirasakan investor dan masyarakat pun mendapat manfaat dari transportasi tersebut. Nantinya, Skyaway tidak hanya melulu di Kota Bandung, tapi bisa menghubungkan Padalarang, Cimahi, Soreang, dan Jatinangor. Dengan demikian, Skyway akan mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di jalan raya.

    "Jadi orang enggak naik Skyway, terus sambung angkot. Tapi turun terus jalan beberapa puluh meter ke tujuan. Makanya jaringan Skyway minimal harus 100 km, baru menguntungkan. Jangan sampai naik angkot, baru Skyway. Kalau gitu naik angkot saja dari awal," kata Demiz.

    Dalam waktu dekat, kata Demiz, tim dari Rusia ini akan mempresentasikan pembangunan Skyway secara resmi. Rencananya, investornya pun berasal dari Rusia. Namun, tak menutup kemungkinan dari negara lainnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    2019, Pemprov Janjikan Banjir Rancaekek Teratasi
    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan
    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan
    Pradita Institute Jalin Kerja Sama dengan STPB
    Jelang Nataru PT KAI Daop 2 Siapkan 86 KA
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Pilwalkot Bandung 2018