web stats service from statcounter
Kepala DPMTSP Kota Bandung Divonis 1 Tahun Penjara
net

Kepala DPMTSP Kota Bandung Divonis 1 Tahun Penjara

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:09:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bandung - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Sintu (DPMTSP) Kota Bandung Dandan Riza Wardana divonis 1 tahun penjara plus denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Dandan bersama 5 terdakwa lainnya yang merupakan pegawai DPMTSP divonis bersalah melakukan pungutan liar dan gratifikasi dalam sidang yang digelar Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Senin (23/10/2017). Kelima terdakwa tersebut, yakni Ayi, Dadang, Noerkiyah, Muthia,dan Wawan,

"Mengadili, menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Tardi SH dalam amar putusannya.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut para terdakwa 1 tahun dan 6 bulan hukuman penjara. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyampaikan hal memberatkan dan meringankan bagi para terdakwa.

Hal memberatkan, terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Adapun hal meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan merupakan tulang punggung keluarga.

Terkait vonis tersebut, kuasa hukum terdakwa, Efran Helmi Juni menyatakan menerima dan menghargai putusan hakim tersebut. Efran mengatakan, dalam perkara ini terdakwa Dandan dan terdakwa lainnya tidak menikmati uang tersebut secara pribadi, melainkan untuk kepentingan institusi.

"Tidak ada untuk kepentingan pribadi. Uang itu berkaitan dengan banyaknya proposal yang datang ke kantor untuk kepentingan sosial dan bantuan lain. Apapun yang dilakukan tidak ada kepentingan pribadi semua untuk kepentingan lembaga," ujar Erfan

Menurut Efran, sisi lainnya yang menjadi pertimbangan hakim, terdakwa telah memberikan prestasi kinerja dalam hal pelayanan. Terdakwa juga mampu meningkatkan PAD dan juga mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparat Negara.

Dalam sidang tersebut, kata Efran, juga ada barang bukti uang tunai sebesar Rp63,9 juta diserahkan kepada negara. "Keberadaan uang tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Dandan, namun untuk kepentingan sosial kemasyarakatan dan tidak memenuhi unsur gratifikasi," tuturnya.

Adapun uang yang sebelumnya diberitakan sebesar Rp68,9 juta, uang tunai 24.810 Dollar AS, uang tunai 120 poundsterling dan buku tabungan Bank Mega dengan saldo Rp100 juta, uang tersebut ternyata murni miliki Dandan dan keluarga. Sehingga pengadilan memutuskan mengembalikan kepada Dandan.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula saat tim Saber Pungli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Dandan pada 21 Januari 2017. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan 6 tersangka. Diketahui pula, bahwa jumlah total uang pungli dalam kasus tersebut yaitu hanya Rp 63,9 juta. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring
Kesalehan Sosial Antar Manusia ke Surga
Kecamatan Bojongloa Kidul Juara Umum MTQ Kota Bandung
Hari Pohon Sedunia 2019, Penanda Komitmen Lestarikan Lingkungan
Kota Bandung Miliki 1.918 Posyandu Multifungsi

Editorial


  • Teladani Semangat Pahlawan
    Teladani Semangat Pahlawan

    HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

    Info Kota