web stats service from statcounter

Hot News

  • Pertahankan Posisi di Papan Atas
    Pertahankan Posisi di Papan Atas
    • 22 Juli 2018 | 15:35:00 WIB

    LAGA Barito menjamu Persib, Minggu (22/7/2018) malam, bakal berlangsung sengit dan menarik. Kedua tim bakal habis-habisan untuk meraih kemenangan.

Inspirasi

    Aher Masuk Daftar Kandidat Capres dari PKS
    net

    Aher Masuk Daftar Kandidat Capres dari PKS

    • Jumat, 20 Oktober 2017 | 04:52:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang juga kader PKS masuk dalam daftar 3 kandidat calon presiden (capres) dari PKS untuk diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Aher bersanding dengan 2 tokoh PKS lainnya, yakni Presiden PKS Shohibul Iman dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

    "Salah satu figur yang bisa kami ajukan, ada Presiden PKS, ada Gubernur Jabar, ada Gubernur Sumatera Barat, tokoh-tokoh yang punya kualifikasi cukup untuk dimajukan capres," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (19/10/2017).

    Namun, menurut Hidayat, niatan PKS untuk memajukan capres sendiri bakal sulit terealisasi, karena aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) sebesar 20-25 persen. Hidayat menilai, aturan ini menutup ruang untuk munculnya calon presiden alternatif, termasuk dari kader PKS.

    "Kata kuncinya peraturan perudangan dengan ditetapkan PT 20 persen jadi susah. Sebanyaknya kemungkinan 3 calon (presiden pada Pilpres nanti). Ketika kemudian ada calon yang kemudian mengambil partai yang dominan, ya tinggal 2 calon," tegas Hidayat.

    Hidayat mengaku tak sependapat jika kaderisasi partai politik dianggap menjadi penghambat muncul calon presiden dari kalangan internal partai. Masalahnya, justru terletak pada undang-undang itu sendiri.

    "Menurut saya, sebabnya bukan karena kaderisasi di parpol tapi karena peraturan perundangan membatasi," ujar Hidayat.

    Wakil keua MPR RI ini mengklaim kaderisasi di partainya telah berjalan baik. Menurutnya, PKS mempunyai tradisi untuk ikut berkontribusi aktif dalam Pilpres, dengan menyiapkan nama-nama yang bakal diusung.

    "Langkah yang kami lakukan itu sudah biasa. PKS dari dulu kan menyebut ketua partai sebagai presiden. Kami untuk hal semacam itu sudah menjadi tradisi," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Diperiksa 21 Jam, Status Inneke Masih Saksi
    PPBN Pramuka Bentuk Generasi Muda Patriotik
    Proyek Bendungan Leuwikeris Paket 1 Sudah 30%
    Pemprov Cairkan Bonus untuk Atlet Paralimpik
    Pindah Ke Nasdem, Darus Mundur dari DPR RI
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google