web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      Demiz Rajin Silaturahmi, Ini Reaksi Gerindra & PKS
      net Deddy Mizwar

      Demiz Rajin Silaturahmi, Ini Reaksi Gerindra & PKS

      • Kamis, 19 Oktober 2017 | 06:22:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Partai Gerindra dan PKS tidak mempermasalahkan langkah Bakal calon gubernur Jabar Deddy Mizwar belum lama ini bersilaturahmi dengan pengurus PDIP dan Perindo.

      Ketua Badan Pemenangan Pemilu Jabar Partai Gerindra Bucky Wikagoe mengatakan, dinamika politik jelang Pilgub Jabar 2018 saat ini masih cair. Artinya, semua bisa berubah. Namun, koalisi PKS dengan Gerindra, kata Bucky, sudah paten. Bahkan bisa dikatakan, PKS dan Gerindra adalah sekutu abadi. Untuk saat ini, PKS dan Gerindra masih menjagokan pasangan Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu.

      Munculnya isu koalisi poros baru yang disebut-sebut digagas PKS dengan beberapa parpol, menurut Bucky, bukan membentuk koalisi baru, melainkan PKS dan Gerindra memperluas koalisi demi memenangkan Pilgub Jabar 2018.

      “Semangat kami (PKS-Gerindra) saat ini memperluas koalisi. Makanya, kami mendukung Demiz (Dedi Mizwar) membuka komunikasi politik dengan pihak dan parpol manapun, termasuk dengan PDIP dan Perindo. Kalau semua mendukung Demiz kan lebih baik,” kata Bucky seusai menjadi pembicara dalam diskusi Obrolan Teras Sindo (OTS) di Alas Daun, Jalan Citarum, Kota Bandung.

      Disinggung soal pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, bahwa DPP Gerindra membuka peluang bagi daerah untuk mengajukan calon lain, selain Demiz-Ahmad Syaiku, Bucky mengemukakan, pernyataan tersebut harus dimaknai bahwa Gerindra tidak sentralistik. Gerindra membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan aspirasi.

      “Pimpinan parpol di pusat merespons juga aspirasi tokoh-tokoh di Jawa Barat. Pimpinan pusat mengolah dan pada waktunya dihasilkan pasangan calon yang memenuhi harapan masyarakat,” tandas Bucky.

      Sedangkan Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi PKS Haris Yuliana menilai, jangankan sekutu, 'segajah' pun dengan Gerindra, PKS sangat menyambut baik. Sebab, PKS sangat menikmati koalisi dengan Gerindra sejak Pilpres 2014 sampai saat ini. Kemesraan PKS-Gerindra pun semakin kuat di Jabar.

      Artinya, koalisi PKS-Gerindra tidak ada masalah. Komunikasi polisi baik di tingkat daerah maupun DPP, aman dan nyaman. Munculnya koalisi poros baru dan lain-lain, dinamika politik biasa saja.

      “Sesuai kesepakatan awal, pasangan Demiz-Ahmad Syaiku yang bakal diusung PKS dan Gerindra. Sampai saat ini belum di-SK-kan, memang betul. Soal perubahan pasangan calon yang bakal diusung nanti, itu keputusannya ada di pusat (DPP). Semua masih bergulir, melihat dinamika yang ada,” kata Haris di tempat sama.

      Disinggung tentang langkah Demiz menjalin komunikasi politik dengan PDIP dan Perindo, Haris mengemukakan, pihaknya mendorong Demiz sebagai bakal cagub yang diusung PKS-Gerindra untuk menjalin komunikasi dengan seluruh stakeholder di Jabar.

      “Karena semua itu (komunikasi) harus dilakukan. Tidak boleh menutup diri. Kalau perlu semua parpol diajak berkomunikasi. Sebab komposisi politik masih dinamis. Kami belum tahu akan berakhir di mana,” tutur Haris. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      PPP Siap Ikuti Konvensi Cawagub Pendamping Emil
      Dedi Mulyadi Calon Gubernur Favorit Mahasiswa
      Emil: Kalau tidak Cocok, Jangan Paksakan
      Emil Ingin Tentukan Sendiri Cawagub Pendampingnya
      Pendukung Emil Deklarasikan Relawan Jabar Juara
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Teladani Semangat Pahlawan
        Teladani Semangat Pahlawan

        HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018