web stats service from statcounter

Hot News

  • Gozo: 1 Poin Hasil Kerja Keras Semua Pemain
    Gozo: 1 Poin Hasil Kerja Keras Semua Pemain
    • 16 Oktober 2018 | 10:12:00 WIB

    GHOZALI Siregar tampil sebagai pahlawan yang menghindarkan Persib dari kekalahan oleh Persipura pada laga tandang Pekan 25 Liga 1 2018, Senin (15/10/2018).

Inspirasi

    Bareskrim Polri Geledah Kantor Pusat BJB Syariah
    net

    dugaan korupsi kredit fiktif

    Bareskrim Polri Geledah Kantor Pusat BJB Syariah

    • Kamis, 19 Oktober 2017 | 04:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah Kantor Pusat BJB Syariah, Jalan Braga Kota Bandung terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit BJBS senilai Rp548 miliar kepada debitur atas nama PT Hastuka Sarana Karya (HSK) pada periode 2014-2016.

    Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Indarto mengatakan, sebenarnya ada 3 tempat yang akan digeledah pada Senin-Selasa (16-17/10/20170. Yang pertama kantor pusat BJB Syariah. Sejumlah ruangan yang digelar di kantor tersebut, di antaranya ruangan Direktur Utama, ruangan Direktur Operasional, ruangan Direktur Kepatuhan, dan ruangan Direktur Pembiayaan.

    "Hasilnya kami sita dokumen pembiayaan, dokumen RUPS," kata Indarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

    Selesai menggeledah kantor BJB Syariah di Braga, penyidik bergerak ke rumah YG di Lembang, namun ketika didatangi, rumah tersebut terkunci sehingga penyidik hanya melakukan penyegelan. "Kemudian kami ke rumah YG yang lain di Bogor. Di situ kami sita beberapa dokumen terkait pencairan kredit BJBS," kata Indarto.

    Indarto menjelaskan dugaan korupsi pemberian kredit untuk proyek Garut Super Blok kepada PT HSK sebesar Rp 566,45 miliar. Pihak debitur tidak memberikan agunan sama sekali kepada Bank BJBS, malah sertifikat tanah induk pokok diagunkan ke bank lain.

    Untuk meyakinkan pihak bank, PT HSK mengajukan 161 pihak yang katanya akan membeli ruko di area pusat perbelanjaan di Garut itu. Namun pembayaran 161 debitur itu macet. "Sebanyak 161 debitur kualitas pembiayaannya macet, tidak bankable. Debitur hanyalah rekayasa dr PT HSK, sebagian fiktif," ujar Indarto.

    Kasus ini kini sudah ada di tingkat penyidikan, namun belum ada tersangka yang ditetapkan. "Sudah penyidikan. Nanti kami akan tetapkan tersangka," pungkas Indarto. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Ngopi Saraosna Gratis Sambil Nikmat Hiburan
    Festival Ngopi Saraosna Vol 6 Resmi Dibuka
    Netralitas ASN Isu Penting dalam Pemilu 2019
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google