web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    9 Juta Balita Gagal Tumbuh akibat Kekurangan Gizi
    net Sosialisasi pencegahan stunting

    9 Juta Balita Gagal Tumbuh akibat Kekurangan Gizi

    • Selasa, 17 Oktober 2017 | 23:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Sigit Priohutomo menyebutkan, ada sekitar 37 persen atau lebih kurang 9 juta anak di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami masalah stunting atau gagal tumbuh.

    Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi.

    “Jika ini terus dibiarkan maka anak-anak ini akan mendapatkan IQ rendah ketika menangkap ilmu menjadi lemah daya tangkap otaknya sehingga akan menjadi beban nasional,” ujar Sigit saat memimpin rapat kebijakan percepatan perbaikan gizi nasional di Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

    Sigit menegaskan, Indonesia memiliki visi pembangunan nasional, yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Pemerintah memiliki 2 program, yakni pertama pemberian beras sejahtera (rastra) yang ditujukan untuk memenuhi kecukupan kalori. Setiap keluarga penerima manfaat diberikan jatah 15 kg beras.

    Program Kedua adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Di dalam program ini, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar 1,89 juta per tahun. Melalui kedua program intervensi pemerintah ini, angka balita stunting diharapkan dapat diturunkan kembali.

    Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi lahir dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, atau dalam 1.000 hari pertama kehidupan tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit dan penurunan produktivitas. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Perindo Dukung Pasangan Dua DM
    Dirasa Masih Aman, Bulog Cianjur Belum Gelar OP
    Tujuh Pejabat Eselon II Pemkab Ciamis Dimutasi
    Pergerakan Tanah Ancam Empat Desa di Kuningan
    Jangan Anggap Wajar Permintaan Mahar Parpol
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Harapan Baru di Tahun Baru
      Harapan Baru di Tahun Baru

      HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

      Advertisement On Google