web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tekan Kemiskinan dan Kematian Ibu melalui KB

    Tekan Kemiskinan dan Kematian Ibu melalui KB

    • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 05:45:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Pemerintah terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk, khususnya melalui program Keluarga Berencana (KB).

    Banyak hal yang menjadi persoalan karena masyarakat tidak mau melakukan KB, yakni pertumbuhan penduduk tidak stabil, juga angka kematian ibu akan semakin tinggi bahkan angka kemiskinan juga makin naik.

    "Penduduk Indonesia saat ini sudah berada lebih dari 262 juta jiwa. Untuk itu kita harus menyadari bahwa dengan jumlah penduduk yang banyak maka angka kemiskinan juga rentan untuk meningkat," kata Staf Ahli bidang Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sonny Harry B Harmadi.

    Sonny mengungkapkan, Indonesia juga mempunyai permasalahan yang cukup tinggi dalam menekan kematian ibu melahirkan. Kementerian Kesehatan sebelumnya melaporkan bahwa pada tahun 2016 jumlah kematian ibu hamil di Indonesia mencapai 4.912 jiwa. “Angka yang besar, kita butuh langkah penanganan yang tepat,” tandas Sonny.

    Sonny mengajak masyarakat Indonesia, khususnya perempuan harus memiliki 3 prinsip. Pertama, cerdas kodrati. Perempuan yang memiliki kodrat melahirkan harus menyadari bahwa saat menghadapi proses persalinan sangat rentan terhadap kematian. Kedua, perempuan mempunyai kodrat menyusui.

    "Satu kali melahirkan, perempuan juga memiliki satu kali peluang terhadap ancaman kematian. Sepuluh kali melahirkan maka sepuluh peluang pula akan kematian. Di sinilah pentingnya program KB dalam mencegah kematian ibu saat melahirkan," tegasnya.

    Ketiga, Cerdas Tradisi yakni perempuan indonesia harus menyadari adat istiadat yang ada di masyarakat dan ketiga, Cerdas profesi. "Secara tradisi misalnya, kita punya adat di masyarakat yang mengakomodir tugas ibu menyiapkan makanan keluarga," papar Sonny lagi.

    Kemenko PMK melihat dua permasalahan penting yakni Kemiskinan dan kematian ibu, bisa ditekan dengan Koalisi Kependudukan yang mampu berperan lebih, dalam mendukung pembangunan Indonesia dengan barbagai program jitunya. Salah satunya adalah mendukung bersama-sama dalam mewujudkan Kampung KB di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

    “Kampung KB menjadi inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh di lini lapangan. Jika bersama-sama kita wujudkan program ini, hal itu tentu akan sangat berkesan,” ujar Sonny.

    Sonny menjelaskan bahwa kampung KB merupakan upaya penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembagunan Keluarga (KKBPK) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB.

    “Saya yakin, jika ini sudah dilakukan bersama-sama maka Indonesia akan mempunyai keluarga yang berkualitas,” ujarnya. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar Raih Penghargaan Paramakarya
    PKS Hormati Pilihan Gerindra Usung Mayjen Sudrajat
    Soal Yerussalem, Ini yang akan Dilakuan Indonesia
    Menko PMK Pastikan Bansos Rastra takkan Dihapus
    Tabrakan di Cipali, Istri Bupati Pidie Aceh Tewas
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google