web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    • 11 Desember 2017 | 08:42:00 WIB

    MARIO Gomez menilai tim Persib tak terlalu berbeda dengan mantan timnya di Liga Super Malaysia musim lalu, Johor Darul Ta'zim (JDT).

Inspirasi

    JKN Sudah Jangkau 70 Persen Penduduk

    JKN Sudah Jangkau 70 Persen Penduduk

    • Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:32:00 WIB
    • 0 Komentar
    1. JuaraNews, Jakarta - Pemerintah terus berupaya melaksanakan berbagai penguatan dan penyempurnaan pelaksanaan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan.

    Komitmen ini dilakukan agar cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) pada tahun 2019 bisa terwujud.

    “Jaminan Kesehtan Nasional ini bisa terwujud, jika kita bersama-sama gotong royong untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ada peningkatan kepesertaan mandiri yang potensial, membangun kesadaran peserta untuk disiplin membayar iuran, dan menjaga pengelolaan kapasitas fiskal BPJS Kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

    Puan menjelaskan layanan jaminan kesehetan nasional telah mempu menjangkau 178 juta jiwa atau sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan iuran kepada masyarakat tidak mampu yang jangkauannya hampir mencapai 40% masyarakat Indonesia terbawah.

    “Saat ini jumlah PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah mencapai sedikitnya 92 juta penduduk," jelas Menko PMK Puan Maharani.

    Bagi Puan, BPJS Kesehatan adalah wujud nyata pelaksanaan UUD 1945. Ia mengamanatkan agar negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Sebagai badan hukum publik, sesuai UU, BPJS Kesehatan menyelenggarakan Sistem Jaminan Sosial Nasional berdasarkan prinsip kegotongroyongan.

    Karena itu, Puan mengusulkan untuk membuat survey terkait dengan pelayanan BPJS Kesehatan selama 3,5 tahun ini sebagai bahan evaluasi, bagaimana Pancasila dan Revolusi Mental diimplementasikan, sehingga kita punya acuan bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan ke depannya.

    “Visinya harus gotong royong. Tanpa gotong royong, kita tidak dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Gotong royong ini juga harus melibatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah," tegas Puan.

    "Saya berharap, semua pihak dapat bergotong royong, sehingga harapan kita masyarakat sehat dan negara dipenuhi SDM yang sehat secara jasmani. Prinsip kegotongroyongan dalam pelaksanaan jaminan Sosial BPJS Kesehatan membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh masyarakat. Hanya dengan gotong royong, semua tertolong,” harapnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar Raih Penghargaan Paramakarya
    PKS Hormati Pilihan Gerindra Usung Mayjen Sudrajat
    Soal Yerussalem, Ini yang akan Dilakuan Indonesia
    Menko PMK Pastikan Bansos Rastra takkan Dihapus
    Tabrakan di Cipali, Istri Bupati Pidie Aceh Tewas
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google