web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    • 11 Desember 2017 | 08:42:00 WIB

    MARIO Gomez menilai tim Persib tak terlalu berbeda dengan mantan timnya di Liga Super Malaysia musim lalu, Johor Darul Ta'zim (JDT).

Gedung Sate

    Inspirasi

      4 Parpol Bentuk Poros Baru hadapi Pilgub Jabar
      net

      4 Parpol Bentuk Poros Baru hadapi Pilgub Jabar

      • Kamis, 12 Oktober 2017 | 05:04:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Empat partai politik di tingkat Jabar, yakni Partai Gerindra, Partai Demokat, PPP, dan PAN sepakat membentuk Poros Baru dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

      Keempat ketua parpol tersebut menggelar pertemuan di Kantor DPD Partai Gerindra Jabar, Rabu (11/10/2017) untuk membahas komitmen dan nama yang berpotensi diusung pada Pilgub nanti. Keempat ketua partai tersebut, yakni Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi, Ketua DPW Partai Demokrat Iwan Sulandjana, Ketua DPW PAN Ahmad Najib Qodratullah, dan Sekretaris DPW PPP Pepep Syaiful Hidayat.

      Mulyadi menjelaskan, pertemuan tersebut menyepakati membentuk sebuah tim teknis yang akan membuat formulasi koalisi dan parameter kandidat yang akan direkomendasikan. Untuk menentukan kandidat yang dianggap layak maju di pilkada serentakn2018. Poros baru ini pun akan membuat sebuah program bertajuk ‘Poros Baru Mendengar’.

      “Ini program bagaimana Partai Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP akan mencoba mengundang stakeholder di Jawa Barat dari beragam unsur di Jawa Barat untuk kita hadirkan di satu tempat, diberi kesempatan meberikan masukan,” ujar saat konferensi pers di Kantor DPD Partai Gerindra Jabar di Bandung, Rabu (11/10/2017).

      Nantinya kandidat yang diusung poros baru pun akan membawa program kerja yang merupakan hasil usulan stakeholder dari program ‘Poros Baru Mendengar. Selain itu, pertemuan ini juga sepakat agar masing-masing partai mengusulkan lembaga survei untuk bisa melakukan survei terhadap kandidat nama yang akan diusung.

      Nantinya lembaga survei yang disepakati partai poros baru akan melakukan survei terhadap kandidat yang diusulkan setiap partai. Hasil survei nanti akan menjadi satu di antara indikator atau penilaian poros baru dalam pengusungan nama di Pilgub.

      “Kami komitmen kerja di 16 kabupaten/kota. Masing-masing partai sepakat untuk menunjuk lembaga survei yang memiliki kredibilitas, untuk menyurvei kandidat yang diusulkan masing-masing partai,” ujarnya.

      Mulyadi mengatakan, partai nonparlemen ada yang sudah siap bergabung mendukung poros baru, di antaranya yaitu PBB, PKPI, Perindo, dan Partai Idaman. Menurutnya, saat ini dinamika politik poros baru masih cair dan tetap membuka kesempatan bagi partai lain yang tertarik untuk bergabung pada poros ini.

      Sebelum bergabung dengan Poros Baru, Gerindra telah sepakat berkoalisi dengan PKS untuk mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Namun Mulyadi membantahnya.

      “Itu (kesepakatan kerja sama) adalah konteks kerja sama di 16 kabupaten/kota. Pilgub belum, pilgub kewenangan pusat, dan daerah diberi kewenangan merekomendasikan. Kami sepakat bahwa marwah partai di daerah harus dijaga,” ujar Mulyadi.

      Meski begitu, Gerindra tetap akan membuka peluang bagi PKS untuk masuk dalam Poros Baru. Namun ia tidak ingin PKS mengarahkan partai-partai Poros Baru untuk mengusung nama yang sudah diusung PKS sejak awal, yakni Demiz-Syaikhu.

      “Kalau PKS bisa hadir bersama kami, kami akan dengan senang hati menerima. Asal kemudian, kami tidak dipaksa tuntuk mengusung nama yang diskenariokan PKS,” ujar Mulyadi.

      Keempat partai anggota Poros Baru sendiri sudah mengusulkan 8 nama yang nantinya akan disurvei oleh lembaga yang diusulkan setiap partai. Dari 8 nama tersebut, tidak ada nama Demiz, meskipun elektabilitasnya cukup tinggi.

      “Ini klarifikasi dari Poros Baru, bahwa kami tidak ingin terjebak bahwa kandidat yang diusung itu hanya karena elektabilitas, tapi kandidat terpilih jauh dari harapan, jauh dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Jadi, kita bikin parameternya,” ujar Mulyadi.

      Selain Demiz, nama Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi juga tidak muncul. Dari Gerindra sendiri muncul nama mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah, dari PAN mengusulkan anggota DPR Desy Ratnasari, Demokrat mengusulkan Iwan Sulandjana, Dede Yusuf, dan Herman Khoeron. Selanjutnya dari PPP mengusulkan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maoshul. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      PKS Buka Peluang Gerindra Kembali ke Koalisi Demiz
      Pilih Cawagub, Emil Musyawarah dengan Tokoh Jabar
      Survei Poltracking, Elektabilitas Emil Tertinggi
      Koalisi Ciamis Bersatu Resmi Usung Herdiat-Yana
      Calon Independen Berguguran sebelum Ikuti Pilkada
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018