web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Penerapan Permen LH P39 di Gunung Rakutak Diprotes
    net

    Penerapan Permen LH P39 di Gunung Rakutak Diprotes

    • Minggu, 8 Oktober 2017 | 22:14:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Penerapan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (LH) soal Perhutanan Sosial (PS) di Gunung Rakutak, Kabupaten Bandung, diprotes. Pasalnya konsep penggarapan lahan oleh masyarakat di lokasi yang tepatnya berada di Legok Tengek, Pasir Jawa, Petak 55-59, itu dikhawatirkan membawa bencana bagi wilayah Cekungan Bandung.

    Direktur Eksekutif Biotropics Institute yang juga Pakar Kebijakan Hutan Institut Teknologi Bandung (ITB), Pujo Hutomo menjelaskan fungsi hutan lindung adalah sebagai pengaturan rantai siklus air. Termasuk juga menjadi wilayah pengendalian erosi dan banjir. Oleh karenanya berdasarkan kajian di wilayah Pasir Jawa tidak diperkenankan untuk dilakukan budidaya tanaman sayur-sayuran. 

    “Dalam Perhutanan Sosial itu nanti akan ada tanaman di luar tanaman kehutanan yang akan ditanam di sana. Dampaknya tentu akan berbahaya, selain rawan terjadi erosi juga berdampak berkurangnya air di wilayah Rakutak,” ucapnya. 

    Di dalam  P 39 pasal 7 Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dalam hutan lindung menerapkan pola tanam dengan tanaman kayu non fast growing species. Yakni untuk perlindungan tanah seluas 20 %, Tanaman multi guna seluas 80 % dan tanaman di bawah tegakan non-umbi-umbian atau tanaman lainnya yang menyebabkan kerusakan hutan.

    Padahal jenis tanah yang berada di Pasir Jawa merupakan tanah andosol yang terbentuk dari proses vulkanik. Jenis tanah tersebut tidak efektif mengikat dan menyerap air, jika tidak ada vegetasi di sekitarnya. Alhasil, jika hujan tiba, air tak lekas terserap, namun langsung meluncur ke tiga anak Sungai Citarum, yakni Cikaro, Ciharus dan Cihejo. 

    "Banjir yang sering melanda Cekungan Bandung terjadi karena tidak berjalannya fungsi ekologis di wilayah hulu. Sehingga apabila hutan lindung di Gunung Rakutak di buka bencana yang lebih besar akan mengancam," tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi Yakin Danau Retensi Bisa Tanggulangi Banjir
    Besok, Jalan Tol Soroja Diresmikan Presiden Jokowi
    1.620 Korban Banjir Kab Bandung Padati Pengungsian
    2018, Danau Retensi di Ceunteung Ditarget Rampung
    5.806 Rumah di Kab Bandung Masih Terendam Banjir
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018