web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      Blusukan ke Pasar Parung, Emil Belanja Asin Sepat
      istimewa/relawan ridwan kamil Emil saat menyapa pedagang Pasar Parung

      Blusukan ke Pasar Parung, Emil Belanja Asin Sepat

      JuaraNews, Bandung - Bakal Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil blusukan ke Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/10/2017).

      Di pasar modern tersebut, Emil menyapa pedagang dan pembeli. Para pedagang dan pembeli pun berebut selfie dengan wali Kota Bandung tersebut. Eumil juga bercakap-cakap dengan pedagang. Mereka mayoritas mengeluhkan kondisi pasar yang sepi karena pedagang banyak berjualan di luar pasar.

      "Banyak pedagang yang jualan di luar pasar, akibatnya pasar ini sepi pengunjung, padahal pasar ini resmi milik pemerintah, tapi pemerintah kurang tegas menindak pedagang yang jualan di trotoar maupun di pinggir jalan," kata Dimyati, Kaur Desa Waru, Parung saat berbincang dengan Emil.

      Mendengar persoalan tersebut, Emil mengatakan, harus ada penataan ulang pasar ini, agar diminati pembeli. Mulai dari tata ruang, hingga kebersihan. "Saya melihat, membuat tata ruang pasar kurang bagus. Misalnya, jalan masuk ke pasar terlalu jauh, sehingga pedagang jemput bola jualan di pinggir jalan," ujar Emil.

      Padahal, menurut Emil, potensi ekonomi di Pasar Parung ini sangat luar biasa. Ekonomi tumbuh dengan baik. "Melihat pasar ini, kalau saya diberi amanah menjadi gubernur, di depan pasar akan saya bangun alun-alun, tempat orang bekumpul, dan akses menuju pasar. Tata ruang pasar dibuat lebih menarik dan terutama pasar harus bersih," jelasnya.

      Di pasar itu, Emil sempat membeli ikan asin sepat. "Ikan asin sepat ini kesukaan saya. Meski banyak cucuk-nya (duri), rasanya nikmat banget dimakan sama nasi panas. Jadi kalau, wartawan mau ngirim saya, kirimi aja ikan asin Sepat dan Tahu, pasti saya makan," ujarnya.

      Pada kesempatan itu, Emil juga bertanya soal harga-harga sembako maupun komoditas, apakah ada kenaikan harga. Pedagang menjawab, bahwa harga-harga relatif stabil. "Kalau dulu harga cabai sampai Rp100 ribu per kg, sekarang hanya Rp30 ribu per kg. Kalau harga-harga di pasar semuanya masih stabil Pak," kata Ade, pedagang cabe.

      Pasar Modern Parung sering disebut pasar Parung lama, posisinya tak jauh dari terminal bayangan angkot. Disebut terminal bayangan karena angkot biasa ngetem di jalanan, bukan di terminal. "Ada terminal, tapi nggak dibangun-bangun sama pemerintah, terpaksa kita ngetem di sini," kata seorang sopir angkot jurusan Parung -Bogor.

      Kang Emil pun mendatangi lahan terminal tersebut. Lahan kosong yang luasnya lebih dari satu hektare itu hanya hamparan rumput hijau. Disekelilingnya terlihat pagar tembok setinggi 3 meter. Jalan masuk hanya selebar 2 meter. "Sejak tahun 2000-an terminal ini mangkrak, harusnya pemerintah segera bangun terminal ini, agar sopir angkot tidak ngetem di depan pasar," kata Dimyati.

      Melihat lahan luas bakal terminal, menurut Emil, lahan tersebut harus segera dibangun terminal. Agar terminal ini bagus, harus dibangun dengan konsep menarik. "Di pinggirnya bisa dibangun kios-kios makanan, lalu di tengahnya untuk terminal. Lahannya sudah tersedia, sayang kalau tidak segera dibangun terminal," tandas Emil. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Pilih Cawagub, Emil Musyawarah dengan Tokoh Jabar
      Survei Poltracking, Elektabilitas Emil Tertinggi
      Koalisi Ciamis Bersatu Resmi Usung Herdiat-Yana
      Calon Independen Berguguran sebelum Ikuti Pilkada
      Pekan Depan, Emil Pilih Calon Wakil di Pilgub
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018