web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kemenko PMK Lepas Tim Ekpedisi Bhakti PMK 2017
    net Upacara pelepasan tim Ekspedisi Bhakti PMK 2017

    Kemenko PMK Lepas Tim Ekpedisi Bhakti PMK 2017

    JuaraNews, Jakarta - Staf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayang (Menko PMK) bidang Kependudukan Sonny H B Harmadi melepas Satuan Tugas (Satgas) Ekspedisi Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Bhakti PMK) 2017 di Lapangan Mulyono Silam, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (6/10/2017).

    Ekspedisi Bhakti PMK 2018 ini akan mengunjungi 5 wilayah di Indonesia Timur, yaitu Pulau Muna di Sulawesi Tenggara, kota Tual dan Dobo di Maluku Tenggara, serta Agats dan Merauke di Papua. Tim berlayar menuju Marauke menggunakan KRI Banjarmasin-592 yang mengangkut 574 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Rombongan mulai berlayar Jumat (6/10/2017) sampai Senin (9/11) 2017 mendatang.

    Dalam amanat yang disampaikan Sonny H B Harmadi, Menko PMK Puan Maharani mengungkapkan, ekspedisi Bhakti PMK merupakan perwujudan praktik gotong royong, sinergi dari kementerian dan lembaga terkait, TNI, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan mahasiswa serta komunitas masyarakat di setiap wilayah yang dikunjungi. Wujud tersebut berupa dukungan kegiatan dan bantuan kepada masyarakat.

    Bhakti PMK 2017 sendiri merupakan salah satu bagian kegiatan Ekspedisi NKRI 2017. Melalui Ekspedisi ini, diharapkan dapat muncul berbagai program/kegiatan lanjutan untuk membangun pulau-pulau tertinggal, terpencil dan wilayah perbatasan.

    "Bhakti PMK wujud praktek gotong royong seluruh pendukung kegiatan Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang telah bersinergi memberikan dukungan kegiatan dan bantuan kepada masyarakat," ungkap Sonny.

    Kegiatan Ekspedisi Bhakti PMK ini, tambahnya, sangat bermakna dan strategis, karena masyarakat di berbagai kepulauan terpencil dan daerah perbatasan yang dikunjungi di Muna-Tual-Dobo, Agats dan Merauke, adalah saudara-saudara kita. Mereka tentu saja menjadi bagian penting dari NKRI dan harus merasakan kehadiran negara.

    "Kita hadir untuk menyapa, bersilaturahim, berdialog, dan membawa buah tangan yang diangkut dengan kapal KRI Banjarmasin," ujarnya.

    Di samping itu, bagi tim yang ikut terlibat di dalam pelaksanaan kegiatan akan semakin mengenali, memahami dan mengerti betapa luas dan kayanya Indonesia dengan belasan ribu pulau. Tidak hanya kaya tetapi juga indah. Tidak hanya indah tetapi juga menakjubkan.

    Peserta juga akan dapat melihat betapa besarnya keragaman sosial budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia, sebagai warisan dari para leluhur di masa lalu. Berbagai kekayaan itu tentu saja harus dijaga, dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan dalam semangat yang semakin memperteguh Bhinneka Tunggal Ika.

    "Saya berharap dengan kehadiran tim Ekspedisi Bhakti PMK ini dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga dengan waktu yang singkat selama 2 hari di setiap titik kegiatan, masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya," tegasnya.

    Selain itu, distribusi bantuan-bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan agar dilakukan secara tepat sasaran. Kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, pelatihan, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan aksi lain yang dilakukan, harap dapat dikoordinasikan dengan baik dengan Pemerintah Daerah serta masyarakat.

    "Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta ekspedisi, agar waktu selama 2 hari dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang cinta tanah air, kepeloporan gerakan revolusi mental, dengan melakukan perubahan cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang dapat memperkuat kedaulatan, meningkatkan daya saing, dan persatuan nasional dalam kebhinnekaan Indonesia," pesannya.

    Ekspedisi NKRI kali ini melibatkan 1.180 peserta dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda, dengan jumlah yang diberangkatkan dari Jakarta sebanyak 574 orang dan 606 peserta akan direkrut dari Papua. Sebanyak 311 orang merupakan mahasiswa dari 103 perguruan tinggi di Indonesia.

    KRI Banjarmasin yang mengangkut 574 peserta ini akan melalui rute Jakarta-Makassar-Muna-Ambon-Tual-Dobo-Agats-Merauke-Makassar-Jakarta-Surabaya. Rute pelayaran ekspedisi ini akan mengambil jarak sejauh 5431 nautical mile dengan waktu pelayaran 22 hari 15 jam dan 6 menit. Sedangkan sandarnya dengan berbagai kegiatan selama 15 hari.

    Peserta Ekspedisi akan dibagi dalam 2 Korwil, yaitu Korwil Merauke dengan wilayah Subkorwil-1/Asmat di Kabupaten Asmat, Subkorwil-2/Mappi di Kabupaten Mappi, subkorwil-3/Merauke di Kabupaten Merauke dan Korwil Boven Digoel dengan wilayah subkorwil-4/Mindiptana di Kabupaten Boven Digoel dan subkorwil-5/Tanah merah di Kabupaten Boven Digoel. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dana Desa Harus Fokus pada Kegiatan Padat Karya
    Cairkan Hubungan, Demiz Kunjungi DPD Gerindra
    Bertemu Ketum PPP, Emil Makin Yakin Dapat Dukungan
    Capai SDGs Kesehatan Perlu Kemitraan Multipihak
    Wujudkan Generasi Berkualitas dengan Kampung KB
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google