web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jabar Terima 5 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda
    istimewa Kadisparbud Ida Hanida menerim 5 sertifikat WBTB

    Jabar Terima 5 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diserahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Muhadjir Effendy kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Ida Hernida di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10/2017).

    Untuk tahun 2017 ini, Jabar menerima 5 sertifikat, yaitu seni Gembyung, Iket Sunda, Kolecer Jawa Barat, Leuit, dan Nyangku.

    Ida Hernida menjelaskan, untuk pengajuan tahun depan WBTB akan dihimbau dan disosialisasikan ke seluruh kabupaten/kota se-Jabar agar diajukan ke Kemendikbud. Minimal, untuk tahun depan Provinsi Jabar bisa mengajukan ke pusat 27 WBTB.

    Untuk itu, dalam waktu dekat Disparbud Jabar akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dalam pertemuan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Sehingga, bisa ada sinergis antara kabupaten kota dan pemerintah provinsi.

    Menurut Ida, jika melihat pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang hanya menaungi 4 kabupaten dan 1 kota, bisa mendapatkan 18 WBTB untuk tahun 2017 ini. Di sana, untuk pengajuan WBTB dari kabupaten kota telah dianggarkan sehingga pada pelaksanaannya pun bisa lolos semuanya.

    Tahun 2017, pemerintah provinsi Jawa Barat mengajukan 6 WBTB. Namun, satu seni Toleat tidak lolos dikarenakan belum berusia 55 tahun. Meskipun demikian, seni Toleat ini akan kembali diusulkan, karena berdasarkan penelusuran dan kajian, seni Toleat usianya sudah 55 tahun.

    Untuk itu, Disparbud Jabar akan mengimbau kepada kabupaten kota se-Jawa Barat minimal bisa mengajukan 1 seni budaya yang sudah pasti dan memenuhi kriteria untuk diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

    Untuk tingkat nasiona, DI Yogyakarta menjadi provinsi yang paling banyak mendapat sertifikat penetapan WBTB pada 2017. Dari 150 WBTB yang ditetapkan pada 2017, DI Yogyakarta menyumbang 18 warisan budaya mulai dari tari seperti Wayang Topeng Pedalangan, tradisi seperti Tata Cara Palakrama Yogyakarta, busana seperti Blangkon Yogyakarta dan makanan seperti Wedang Uwuh.

    Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pemberian sertifikat ini bertujuan agar provinsi sebagai pemilik kebudayaan daerah yang lain terpacu untuk mengusulkan kekayaan budayanya untuk ditetapkan pelestariannya.

    "Agar memacu kita untuk memelihara, mengembangkan, dan mempromisikan khazanah budaya kita baik yang benda maupun tak benda," kata Muhadjir.

    Kegiatan ini sedianya telah dilakukan sejak 2013 dan telah menetapkan sebanyak 594 Warisan Budaya Tak Benda. Pada 2017 ini ada 416 usulan yang masuk melalui sidang penetapan warisan budaya tak benda pada 21 sampai 24 Agustus 2017 di Jakarta, hingga kemudian ditetapkan 150 di antaranya.

    Pemberian status Budaya tak Benda menjadi WBTB didasarkan pada 5 domain, yakni tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukkan, adat istiadat masyarakat, pengetahuan kebiasaan mengenai alam semesta, dan kemahiran kerajinan tradisional.

    "Oleh karena itu perlu kerja sama pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mencari dan menggali khazanah budaya kita yang mungkin sudah terpendam, kita angkat kembali sebagai warisan," kata dia.

    Penetapan Warisan Budaya Tak Benda sendiri merupakan bagian dari apresiasi negara terhadap kebudayaan yang selaras dengan UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. "Kebudayaan jadi modal utama kita menuju bangsa besar dengan karakter yang kuat dan tidak akan goyah dengan cobaan," kata dia. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Antisipatif Sikapi Transportasi Online
    Kemenko PMK Terus Kaji Langkah Pembiayaan BPJS
    Persiapan Asian Games 2018 sesuai Target
    9 Juta Balita Gagal Tumbuh akibat Kekurangan Gizi
    Bahaya Pornografi Sama dengan Terorisme
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google