web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    • 11 Desember 2017 | 08:42:00 WIB

    MARIO Gomez menilai tim Persib tak terlalu berbeda dengan mantan timnya di Liga Super Malaysia musim lalu, Johor Darul Ta'zim (JDT).

Inspirasi

    Indonesia Bisa Salip Thailand dan Malaysia
    net Agus Sartono

    Global Competitiveness Index

    Indonesia Bisa Salip Thailand dan Malaysia

    JuaraNews, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menilai, daya saing Indonesia sedang dalam track yang bagus.

    Dia menyakini, daya saing Indonesia ini bisa terus membaik dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan Agus menyakini, Indonesia bisa menyalip Thailand dan Malaysia.

    Guru Besar Ilmu Ekonomi dari UGM itu mengemukakan pendapatnya menanggapi publikasi World Economic Forum (WEF) yang dirilis Kamis (28/9/2017) lalu, yang menyebutkan bahwa peringkat daya saing Indonesia naik secara global (Global Competitiveness Index) 2017-2018 ke posisi 36 dari 137 negara. Peringkat 36 ini adalah kenaikan 5 tingkat setelah tahun lalu berada di posisi 41.

    Daya saing Indonesia itu, menurut siaran pers WEF, didorong oleh perbaikan dalam hal institusi bisnis maupun pemerintahan, lingkungan mikroekonomi, adopsi teknologi, mutu pendidikan yang membaik, infrastruktur ekonomi, dan ukuran pasar domestik yang besar. ‘’Kita sedang membangun banyak infrastruktur ekonomi. Ini salah satu potensi yang bisa mengatrol daya saing yang lebih tinggi,’’ ujar Agus.

    Peringkat 36 ini memang bukan posisi terbaik yang bisa diraih Indonesia. Pada 2014, daya saing Indonesia bahkan berada di posisi 34. Peringkat 36 dari 137 negara yang disurvei juga belum cukup kuat dalam persaingan di antara negara ASEAN. Posisi Thailand di peringkat 32, Malaysia 23 dan Singapura di posisi nomor 3 terbaik di dunia. ‘’Bagi kita, menyalip Thailand dan Malaysia sangat mungkin, menyalip Singapura masih sulit,’’ kata Agus.

    Agus mengingatkan, bahwa dalam membangun daya saing, Indonesia jangan hanya terpaku pada masalah kelembagaan bisnis dan infrastruktur ekonomi. Menurutnya, ada 3 pilar penting yang perlu dipacu, yakni kemampuan untuk melakukan inovasi, kesiapan teknologi dan tenaga kerja dengan pendidikan yang lebih tinggi. ‘’Faktor tersebut juga penting untuk meningkatkan daya saing,’’ katanya.

    Karena itu, Agus mengimbau semua pihak untuk mengembangkan riset dan inovasi. Pemerintah sendiri, katanya, terus mendorong peningkatan kapasitas riset Perguruan Tinggi dan Badan Riset. Antara lain dengan menyiapkan Rencana Induk Riset Nasional RIRN, yang sudah selesai disusun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), sebagai kebijakan pemerintah. Recana induk ini, akan mengintegrasikan agenda-agenda riset agar lebih terpadu dan saling mendukung.

    ‘’Dengan begitu kita bisa meningkatkan kemampuan inovasi, kesiapan teknologi dan itu akan mendukung perguruan tinggi menghasilkan tenaga yang lebih menguasai teknologi. Jelas ini akan mendukung daya saing Indonesia,’’ pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam
    Pemkot Siap Cairkan Bantuan Dana investasi Rp1,4 M
    Wirausaha Baru Harus Siap Songsong Era Digital
    Brother Indonesia Buka Customer Care di Bandung
    Kebutuhan Pokok Jelang Tahun Baru Aman
    Berita Terdahulu

    Editorial