web stats service from statcounter

Hot News

  • Emil Akan Panggil PT Agronesia
    Emil Akan Panggil PT Agronesia
    • 20 September 2018 | 10:04:00 WIB

    GUBERNUR Jabar mengaku tidak mengetahui adanya tunggakan iuran BPJS karyawan PT Agronesia.

Inspirasi

    net Kapolda perlihatkan barang bukti STNK palsu

    Polda Bongkar Sindikat Pemalsu STNK lewat Facebook

    JuaraNews, Bandung - Polda Jabar menciduk sindikat pemalsu surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dijual di media sosial Facebook.

    Pelaku tanpa hak dan tanpa seizin pemilik kendaraan menawarkan dan menjualnya melalui media online Facebook, dengan akun a/n "RUDIN REMINGTON" yang diposting memakai capture "JUAL BELI MOTOR MOBIL KHUSUS STNK ONLY BANDUNG JAWA BARAT."

    Dalam pengungkapan kasus tersebut, ditemukan fakta bahwa STNK yang digunakan sebagai identitas adalah STNK palsu, sehingga petugas kembali mengembangkan kepada pembuat surat STNK tersebut.

    Kemudian tim gabungan Direskrimsus Polda Jabar menemukan akun Facebook yang mengunggah status akun FB itu dengan menawarkan mobil dengan harga jauh di bawah pasaran.

    "Banyak yang bertanya kenapa kok harganya jauh di bawah pasaran, kemudian setelah dicek di lokasi ternyata memang benar ada jual-beli mobil. Kemudian polisi melihat kendaraan dan plat nomor yang akan dijual itu dicek ke samsat dan ternyata tidak terdata semua," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Rabu (4/10/2017).

    Oleh sindikat tersebut, Honda Yaris hanya dijual Rp65 juta. Anggota Direskrimsus lalu melakukan penawaran dan berpura-pura hendak membeli mobil tersebut.

    "Setelah itu anggota janji bertemu dengan tersangka Hilman Hadiana," ujar Agung.

    Dari kasus tersebut, polisi meringkus 3 tersangka, yakni Hilman Hadiana (21), Ruhiyat (32), dan Miftahuljanah (43). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 5 unit mobil, 328 lembar STNK palsu, komputer, scanner, dan printer.

    "Pelaku dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE dan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 55 KHUPidana dan Pasal 3 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliiar," jelas Agung. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Hegun Ajak Mahasiswa Lawan Radikalisme
    17-an ala The Amazing Race at Museum Gedung Sate
    Bapenda Bebaskan Biaya BBNKB dan Denda PKB
    KPK Panggil 6 Saksi Penyidikan Korupsi Abubakar
    Pemkot Bandung Jamin Layanan Publik Tetap Maksimal
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018