web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    Gomez: Tak Ada Pemain Bintang di Persib
    • 11 Desember 2017 | 08:42:00 WIB

    MARIO Gomez menilai tim Persib tak terlalu berbeda dengan mantan timnya di Liga Super Malaysia musim lalu, Johor Darul Ta'zim (JDT).

Inspirasi

    net Kapolda perlihatkan barang bukti STNK palsu

    Polda Bongkar Sindikat Pemalsu STNK lewat Facebook

    JuaraNews, Bandung - Polda Jabar menciduk sindikat pemalsu surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dijual di media sosial Facebook.

    Pelaku tanpa hak dan tanpa seizin pemilik kendaraan menawarkan dan menjualnya melalui media online Facebook, dengan akun a/n "RUDIN REMINGTON" yang diposting memakai capture "JUAL BELI MOTOR MOBIL KHUSUS STNK ONLY BANDUNG JAWA BARAT."

    Dalam pengungkapan kasus tersebut, ditemukan fakta bahwa STNK yang digunakan sebagai identitas adalah STNK palsu, sehingga petugas kembali mengembangkan kepada pembuat surat STNK tersebut.

    Kemudian tim gabungan Direskrimsus Polda Jabar menemukan akun Facebook yang mengunggah status akun FB itu dengan menawarkan mobil dengan harga jauh di bawah pasaran.

    "Banyak yang bertanya kenapa kok harganya jauh di bawah pasaran, kemudian setelah dicek di lokasi ternyata memang benar ada jual-beli mobil. Kemudian polisi melihat kendaraan dan plat nomor yang akan dijual itu dicek ke samsat dan ternyata tidak terdata semua," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Rabu (4/10/2017).

    Oleh sindikat tersebut, Honda Yaris hanya dijual Rp65 juta. Anggota Direskrimsus lalu melakukan penawaran dan berpura-pura hendak membeli mobil tersebut.

    "Setelah itu anggota janji bertemu dengan tersangka Hilman Hadiana," ujar Agung.

    Dari kasus tersebut, polisi meringkus 3 tersangka, yakni Hilman Hadiana (21), Ruhiyat (32), dan Miftahuljanah (43). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 5 unit mobil, 328 lembar STNK palsu, komputer, scanner, dan printer.

    "Pelaku dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE dan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 55 KHUPidana dan Pasal 3 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliiar," jelas Agung. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Waspadai Angin Kencang dari Silkon Tropis Dahlia
    360 PTS di Indoensia Tutup sejak 2015
    2019, Pemprov Janjikan Banjir Rancaekek Teratasi
    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan
    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018