web stats service from statcounter

Hot News

  • Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    • 22 Oktober 2017 | 06:32:00 WIB

    LAGA Pekan 31 Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (22/10/2017) sore ini, mempertemukan 2 tim terluka yang berusaha menghindari degradasi.

Inspirasi

    Di Bandung Bakal Ada Nama Jalan Kerajaan Jawa
    net Emil dan Sri Sultan saat peresmian Jalan Pajajaran

    Di Bandung Bakal Ada Nama Jalan Kerajaan Jawa

    JuaraNews, Yogyakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana memberi nama jalan di Kota Bandung, dengan nama yang didedikasikan untuk menghormati suku Jawa, khusunya kerajaan Jawa di masa silam.

    Hal tersebut sebagai respons peresmian Jalan Pajajaran dan Jalan Siliwangi di jalur Jalan Arteri (ring road) Yogyakarta oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Hamengkubuwono X, Selasa (3/10/201). Emil khusus diundang Sri Sultan untuk menghadiri peresmian jalan nasional sepanjang 36,73 km tersebut. Selain Emil, hadir pula tokoh masyarakat, budayawan/seniman dan akademisi serta politisi dari Kota Bandung. Seperti Ny Popong Otje Djundjunan, Darmawan Hardjakusumah atau Acil Bimbo, Ketua AMS Noeri Ispandji, Lucky Hendrawan, dan Prof Dr Eddy Jusuf.

    Selama ini, tidak ada nama jalan yang identik dengan sejarah kerajaan Jawa Sunda di wilayah suku Jawa, baik di Jawa Tengah, Yogyakarta, atau Jawa Timur. Seperti Pajajaran yang merupakan kerajaan Sunda masa silam dan Siliwangi yang merupakan Raja Pajajaran. Demikian pula dengan nama jalan yang identik dengan kerajaan Jawa, tidak ada di Bandung dan daerah lain di Jabar. Seperti Majapahit atau Singosari yang merupaan kerajaan terbesar di Tanah Jawa, dan Gajah Mada atau Hayam Wuruk yang merupakan Patih dan Raja Majapahit.

    Hal tersebut tak lepas dari sejarah masa lalu soal rivalitas suku atau kerajaan Sunda dan Jawa. Konon, hubungan kedua kerajaan termasuk sukunya, mulai bergesekan sejak peristiwa Perang Bubat yang melibatkan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Pajajaran. Perang tersebut menewaskan Putri Citraresmi atau Putri Dyah Pitaloka dan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Pajajaran. Sejak saat itu, sentimen kesukuan antara Sunda dan Jawa mengemuka hingga saat ini.

    Mewakili masyarakat Sunda, Emil mengucapkan terima kasih atas langkah yang dilakukan Sri Sultan. Hal tersebut telah mematahkan pertentangan psikologis yang selama ini dialami masyarakat Sunda dan Jawa.

    "Ini ada jalan istimewa, Pajajaran dan Siliwangi hadir di Yogyakarta sebagai simbol dari Sultan untuk menjadi perdamaian psikologis dari sejarah-sejarah masa lalu," ucap Emil.

    Emil menegaskan, pertentangan psikologis masa lalu tersebut harus dihentikan untuk menciptakan perdamain. Menurutnya, hal itulah yang dibutuhkan Indonesia saat ini. "Pesannya, kita fokus di masa depan berbicara tentang ke-Indonesiaan, bukan kesukuan lagi. Kalau itu dilakukan, Indonesia akan maju," tandas Emil.

    Emil menyebutkan, dalam waktu dekat pihak Pemkot Bandung akan berbicara dengan DPRD Kota Bandung untuk melakukan hal yang sama seperti Sri Sultan. Rencananya, akan ada nama jalan-jalan yang didedikasikan untuk menghormati suku Jawa. Misalnya, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, atau Jalan Hayam Wuruk.

    "Sekarang dengan ada Jalan Pajajaran dan Jalan siliwangi di sini (Yogyakarta) berarti identitas ke-Sundaan hadir dan diterima dengan baik oleh masyarakat Jawa di sini. Dan tentunya sebaliknya kita (masyarakat Sunda) harus melakukan hal yang sama," imbuhnya.

    "Nanti insya Allah di Bandung kita pikirkan bagaimana caranya juga menghormati Yogyakarta dengan nama-nama jalan yang setara dengan yang diikhtiarkan oleh Sri Sultan ini," sambung Emil. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Stasiun Bandung Direvitalisasi jadi Berkelas Dunia
    Pengemudi Online dan Konvensional Berdamai
    Tolak Rumah Deret, Warga Tamansari Demo Balai Kota
    Sopir Taksi Online Diserang Orang Tak Dikenal
    Bikin Macet,Kapolda Minta Terminal Ledeng Dipindah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018