web stats service from statcounter

Hot News

  • Emil Akan Panggil PT Agronesia
    Emil Akan Panggil PT Agronesia
    • 20 September 2018 | 10:04:00 WIB

    GUBERNUR Jabar mengaku tidak mengetahui adanya tunggakan iuran BPJS karyawan PT Agronesia.

Inspirasi

    Kematian Ikan di Jaring Apung Diduga Karena Amonia
    net

    Kematian Ikan di Jaring Apung Diduga Karena Amonia

    • Sabtu, 30 September 2017 | 22:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cimahi - Kematian ikan air tawar jenis nila, di perairan Waduk Saguling diperkirakan akan terus terjadi. Akibatnya para peternak ikan seperti di Kampung Ugrem, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat dipastikan mengalami kerugian puluhan bahkan ratusan juta rupiah akibat berton-ton ikan miliknya mati mendadak.

    Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BIKPM) perwakilan Jawa Barat menduga jika hal tersebut diduga akibat anomali cuaca, yang terjadi sepekan kemarin. 

    Salah seorang peternak ikan Ujang (43) mengaku rugi hingga Rp 95 juta rupiah karena ikan di tambak miliknya mati mendadak. Dari 20 keramba ikan miliknya yang terpasang di atas permukaan Waduk Saguling, hanya tinggal tersisa dua kolam ikan berisi Patin saja. 

    "Dari modal Rp 100 juta benih ikan saya mengalami kerugian hingga Rp 95 juta karena banyak ikan yang mati,” tuturnya.

    Menurutnya sisa ikan yang berhasil terselamatkan terpaksa dijual murah dengan diecer ke beberapa lapak penjual ikan di pasar dan warga yang membutuhkannya. Harga ikan nila yang dijualnya berkisar Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram saja. Padahal harga normal ikan di pasaran mencapai Rp 18 ribu per kilogram. 

    Kepala BKIPM Perwakilan Jawa Barat, Dedy Arief Hendriyanto, mengungkapkan jika puluhan ton ikan yang mati di Waduk Saguling karena keracunan amonia. "Amonianya itu terakumulasi karena sisa pakan yang mengendap di dasar waduk. Ikan kekurangan oksigen juga karena tidak ada matahari," sebutnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tak sesuai Standar, Kemenhub Tutup Unit Uji KIR
    Pimpin KBB, Akur Siap Jawab Keraguan Masyarakat
    Apdesi KBB Minta Plt Bupati Tidak Lakukan Mutasi
    Terlalu Banyak, Dana Bantuan ke LSM Tak Merata
    Hotel di Lembang Sepi karena Pengaruh Macet
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018