web stats service from statcounter

Hot News

  • Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    • 22 Oktober 2017 | 06:32:00 WIB

    LAGA Pekan 31 Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (22/10/2017) sore ini, mempertemukan 2 tim terluka yang berusaha menghindari degradasi.

Inspirasi

    4,2 Juta Warga Jabar Masih Hidup Miskin
    net

    4,2 Juta Warga Jabar Masih Hidup Miskin

    • Kamis, 28 September 2017 | 23:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cirebon – Sebanyak 4,2 juta warga Jawa Barat masih hidup dalam kemiskinan. Dari jumlah itu sekitar 1 juta jiwa di antaranya adalah lansia miskin yang harus mendapat perlindungan sosial.

    Masih tingginya angka tersebut karena sejumlah program pengentasan kemiskinan yang digulirkan pemerintah, sebagian masih belum tepat sasaran. Fakta tersebut terungkap saat rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di wilayah III Cirebon yang dibuka Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar di kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan wilayah III Jabar, Rabu (27/9/2017).

    Rapat koordinasi dengan tema “Penguatan Kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Integrasi Program untuk Akselerasi Pengurangan Kemiskinan” menghadirkan narasumber qKetua Bappeda Jabar Yerry Yanuar,  Kepala Dinas Sosial Jabar Arifin Harun Kerasaputra dan Wartono, Kades Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu yang berhasil menjadi desa terbaik Jawa dan Bali tahun 2016.

    Wagub berharap,  paparan dari kepala desa,  bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi desa lainnya. "Kalau semua desa bisa seperti Desa Majasari,  tidak perlu ada gubernur yang menghabiskan anggaran sampai Rp 1,9 triliun untuk pemilihan," ucapnya.

    Menurutnya, angka kemiskinan di Jabar hanya turun 0,01 % dibandingkan tahun 2016 lalu yang 8,77%. Target penurunan angka kemiskinan di Jabar sebetulnya minimal 1% setiap tahun.

    Demiz menegaskan,  butuh kesungguhan dan keseriusan semua pihak,  untuk mengurus masalah sosial ini. Menurutnya, jangan sampai karena pemerintah tidak serius menangani warga miskin,  penyelenggara pemerintah bakal digugat di akhirat.

    “Kalau menggugat di dunia tidak mungkin berani tapi kalau mereka menggugat di akhirat itu yang repot,” selorohnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Capai SDGs Kesehatan Perlu Kemitraan Multipihak
    Wujudkan Generasi Berkualitas dengan Kampung KB
    Pemerintah Revitalisasi Pendidikan Kejuruan
    Aher Masuk Daftar Kandidat Capres dari PKS
    Ini Aturan Baru Transportasi Online
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google