web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Codex Gigas, Kitab Setan dari Abad Pertengahan

    Codex Gigas, Kitab Setan dari Abad Pertengahan

    • Kamis, 28 September 2017 | 21:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Pada musim semi 1648, setelah Perang Salib selama 30 tahun berakhir, tentara Kristen menemukan Codec Gigas atau Kitab Setan. Kitab ini diduga berasal dari abad pertengahan alias abad kegelapan Eropa.

    Sejumlah legenda menyertai Codex Gigas. Cerita menyebutkan, suatu ketika seorang pendeta gagal melaksanakan ritual. Akibat kesalahannya itu, dia mendapat hukuman yang tak manusiawi. Sejak itu, dia beralih menjadi pemuja setan.

    Dia menjadikan si raja iblis Lucifer sebagai sesembahan dan menggadaikan jiwanya. Dengan bantuan Lucifer, pendeta itu mampu menyelesaikan Codex Gigas dalam waktu satu malam saja. Setelah buku selesai, sang iblis menyatakan bahwa Codex Gigas merupakan penggambaran yang tepat dan akurat tentang dirinya. Iblis digambarkan sebagai Pangeran Kegelapan.

    Tentu saja kisah itu sekadar cerita legenda yang sangat diragukan kebenarannya. Sebab berdasarkan penelitian para ahli, Codex Gigas ditulis dan diselesaikan dalam waktu tiga dekade atau 30 tahun. Selain mantera pemujaan dan penggambaran tentang si raja iblis Lucifer, Codex Gigas juga berisi ritual cabul.

    Kitab Setan ini ditulis oleh seseorang yang tak menyebutkan namanya dalam buku tersebut.  Para ilmuwan menduga, si penulis adalah seorang pendeta yang pernah hidup dan tinggal di Bohemia,  Ceko pada awal abad ke-13.

    Codex Gigas diyakni ditulis dengan meniru kisah-kisah yang tertulis dalam kitab Perjanjian Lama. Terdapat kisah tentang Peperangan Bangsa Yahudi dan Yahudi Kuno yang ditulis oleh Flavius Josephus pada abad ke-1 Masehi. Bahkan sebuah buku yang ditulis St Isidor of Seville pada abad ke-7 berjudul Chronicle of Bohemia disadur dan dimasukkan oleh si penulis ke dalam Kitab Setan.

    Setelah tiga abad disimpan oleh sekte pemuja setan di Stockholm, Swedia, Codex Gigas kembali Praha, Ceko pada 2007. Sejak 2009, Codex Gigas disimpan di Perpustakaan Nasional Swedia. Karena kondisi kertas Kitab Setan sudah mulai lapuk, jadi tidak bisa disentuh. Orang yang ingin membaca kitab tersebut bisa membuka komputer perpustakaan atau internet. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi
    Bukan Sekadar Hotel, Savoy Homann Juga Jadi Museum

    Editorial


    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.