Codex Gigas, Kitab Setan dari Abad Pertengahan - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Codex Gigas, Kitab Setan dari Abad Pertengahan

    Codex Gigas, Kitab Setan dari Abad Pertengahan

    • Kamis, 28 September 2017 | 21:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Pada musim semi 1648, setelah Perang Salib selama 30 tahun berakhir, tentara Kristen menemukan Codec Gigas atau Kitab Setan. Kitab ini diduga berasal dari abad pertengahan alias abad kegelapan Eropa.

    Sejumlah legenda menyertai Codex Gigas. Cerita menyebutkan, suatu ketika seorang pendeta gagal melaksanakan ritual. Akibat kesalahannya itu, dia mendapat hukuman yang tak manusiawi. Sejak itu, dia beralih menjadi pemuja setan.

    Dia menjadikan si raja iblis Lucifer sebagai sesembahan dan menggadaikan jiwanya. Dengan bantuan Lucifer, pendeta itu mampu menyelesaikan Codex Gigas dalam waktu satu malam saja. Setelah buku selesai, sang iblis menyatakan bahwa Codex Gigas merupakan penggambaran yang tepat dan akurat tentang dirinya. Iblis digambarkan sebagai Pangeran Kegelapan.

    Tentu saja kisah itu sekadar cerita legenda yang sangat diragukan kebenarannya. Sebab berdasarkan penelitian para ahli, Codex Gigas ditulis dan diselesaikan dalam waktu tiga dekade atau 30 tahun. Selain mantera pemujaan dan penggambaran tentang si raja iblis Lucifer, Codex Gigas juga berisi ritual cabul.

    Kitab Setan ini ditulis oleh seseorang yang tak menyebutkan namanya dalam buku tersebut.  Para ilmuwan menduga, si penulis adalah seorang pendeta yang pernah hidup dan tinggal di Bohemia,  Ceko pada awal abad ke-13.

    Codex Gigas diyakni ditulis dengan meniru kisah-kisah yang tertulis dalam kitab Perjanjian Lama. Terdapat kisah tentang Peperangan Bangsa Yahudi dan Yahudi Kuno yang ditulis oleh Flavius Josephus pada abad ke-1 Masehi. Bahkan sebuah buku yang ditulis St Isidor of Seville pada abad ke-7 berjudul Chronicle of Bohemia disadur dan dimasukkan oleh si penulis ke dalam Kitab Setan.

    Setelah tiga abad disimpan oleh sekte pemuja setan di Stockholm, Swedia, Codex Gigas kembali Praha, Ceko pada 2007. Sejak 2009, Codex Gigas disimpan di Perpustakaan Nasional Swedia. Karena kondisi kertas Kitab Setan sudah mulai lapuk, jadi tidak bisa disentuh. Orang yang ingin membaca kitab tersebut bisa membuka komputer perpustakaan atau internet. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Spekulasi Tuduhan Trump Soal Corona Terus Berlanjut, Kini Menlu AS Klaim Punya Bukti
    Saat Puasa Tidur Kita Kurang, Tapi Badan Tetap Sehat. Ini Rahasianya
    Badan Geologi Kementreian ESDM : Dentuman di DKI bukan dari Letusan GAK
    Pemeriksaan Sampel COVID-19 di Labkesda Jabar, Seperti Ini Tahapannya
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads