web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pembanguan LRT Bandung Raya Harus Dipercepat
    net Kapsul LRT Dipamerkan Pemkot Bandung

    Pembanguan LRT Bandung Raya Harus Dipercepat

    • Kamis, 28 September 2017 | 06:40:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menegaskan, pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau sistem rel ringan di Bandung Raya, harus dipercepat dan didukung transportasi massal lainnya secara terintegrasi.

    Hal tersebut harus segera direalisasikan karena Kota Bandung sudah sangat terlambatuntuk membangun transportasi massal, jika dibanding perkembangan kota dan jumlah penduduknya yang sangat pesat.

    "Makanya Bandung mau bikin LRT, saya dukung penuh. Karena Bandung itu sudah sangat terlambat. Bandung itu sampai hari ini tidak punya sistem transportasi massal baku," kata Bambang seusai memberikan pemaparan dalam The Third International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment di Kampus ITB, Jalan Ganeca Kota Bandung, Rabu (27/9/2017).

    Bambang mengatakan, selama ini terdapat juga bus untuk transportasi massal di Bandung, dan kebanyakan masih menggunakan mobil angkutan umum. Padahal untuk kota sebesar Bandung, angkutan umum tidak bisa menyelesaikan masalah transportasi.

    "Kalau bus tempatnya susah, makanya harus langsung kereta. Dan keretanya kalau di bawah tanah mahal, elevated atau di atas saja seperti LRT. Makanya LRT the best for Bandung," katanya.

    Bambang mengatakan jaringan kereta di Bandung dapat disambungkan dengan jaringan rel yang sudah tidak aktif, di antaranya jalur ke Ciwidey, Garut, dan menuju Cianjur. Hal tersebut tergantung arah urbanisasi Bandung Raya.

    Terlebih, Bandung Raya akan terhubung dengan Jakarta melalui kereta cepat. Pembangunannya pun telah dilakukan, dengan trase atau pemberhentian di kawasan Halim di Jakarta, Karawang, Walini di Kabupaten Bandung Barat, dan Tegalluar di Kabupaten Bandung.

    Sebanyak 76 juta orang, ucapnya, akan tinggal di kawasan Jakarta dan Bandung pada 2045. Mau tidak mau, kata Bambang, harus ada kemudahan konektivitas dan hal ini hanya bisa diselesaikan bukan hanya melalui pembangunan jalan atau tol, tapi dengan transportasi publik yang memadai.

    "Ke depan, public transportation menjadi ciri khas kota besar di Indonesia. Sangat salah kalau ada wali kota besar masih berpikir untuk membangun jalan layang, terlalu banyak. Jalan layang memang perlu, tapi nomor dua. Yang kesatu itu bangun dulu urban railway system," katanya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kepala DPMTSP Kota Bandung Divonis 1 Tahun Penjara
    Stasiun Bandung Direvitalisasi jadi Berkelas Dunia
    Pengemudi Online dan Konvensional Berdamai
    Tolak Rumah Deret, Warga Tamansari Demo Balai Kota
    Sopir Taksi Online Diserang Orang Tak Dikenal
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018