web stats service from statcounter

Hot News

  • Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    • 22 Oktober 2017 | 06:32:00 WIB

    LAGA Pekan 31 Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (22/10/2017) sore ini, mempertemukan 2 tim terluka yang berusaha menghindari degradasi.

Inspirasi

    Hingga Juni 2017,Daftar Tunggu Haji Capai 3,5 Juta
    net

    Hingga Juni 2017,Daftar Tunggu Haji Capai 3,5 Juta

    • Kamis, 28 September 2017 | 05:50:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Pemerintah melalui Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Ramadhan Harisman, menegaskan bahwa dana haji perlu dimanfaatkan.

    Pasalnya, dari tahun ke tahun jumlah daftar tunggu haji terus meningkat. Sampai dengan Juni 2017 daftar tunggu jamaah haji sudah mencapai 3,5 juta orang, sedangkan dana yang terkumpul sudah hampir Rp100 triliun.


    "Karena dengan meningkatkan pendaftar haji dari tahun ke tahun dan kuota jemaah haji yang terbatas dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sehingga ada yang namanya jemaah daftar tunggu yang akumulasinya semakin meningkat," jelas Ramadhan di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Selasa (26/9/2017).

    Ramadhan mengatakan hal itu saat memberikan keterangan tambahan mewakili Pemerintah dalam sidang uji materi ketentuan Pasal 24 huruf a, Pasal 46 ayat (2) dan Pasal 48 ayat (2) UU Pengelolaan Keuangan Haji.

    "Jadi kalau dana tersebut tidak diinvestasikan akan sayang sekali, potensinya besar, tetapi tidak diinvestasikan," tambahnya.

    Dalam perhitungan riil, kata Ramadhan, jika seorang jamaah haji pada 2017 membayar sebesar Rp34 juta, sedangkan dana yang dibutuhkan mencapai Rp61,5 juta rupiah per jamaah. "Melalui dana investasi tersebutlah Pemerintah menutupi kekurangan pembiayaan ibadah haji setiap jamaah,"ujarnya.

    Adapun bentuk investasi berupa produk perbankan dan surat berharga syariah negara, karena dua produk ini dinilai Pemerintah memiliki risiko pengelolaan yang sangat rendah namun memiliki manfaat yang sangat tinggi.

    Permohonan uji materi ini diajukan oleh seorang warga negara Indonesia bernama Muhammad Sholeh yang mendaftar sebagai calon jamaah haji pada Kantor Kementerian Agama Sidoarjo Jawa Timur.

    Sholeh pernah menyetorkan dana sebesar Rp20 juta pada 13 Februari 2008 lalu, namun dia tidak pernah dijelaskan jika uang yang disetorkan tersebut akan diinvestasikan.

    Menurut Sholeh selaku Pemohon, hal ini merugikan hak konstitusionalnya apabila uangnya dipakai untuk investasi tanpa persetujuannya. Untuk itulah, Pemohon meminta agar Majelis Hakim membatalkan berlakunya ketiga pasal yang diujikan tersebut. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Capai SDGs Kesehatan Perlu Kemitraan Multipihak
    Wujudkan Generasi Berkualitas dengan Kampung KB
    Pemerintah Revitalisasi Pendidikan Kejuruan
    Aher Masuk Daftar Kandidat Capres dari PKS
    Ini Aturan Baru Transportasi Online
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google