web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Emil Minta Mal Sediakan Musala dan Perpusataan
    tribunnews.com Emil saat peluncurtan Binus Higher Education

    Emil Minta Mal Sediakan Musala dan Perpusataan

    • Rabu, 27 September 2017 | 21:57:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pengelola mal di Kota Bandung menyediakan musala agar umat Islam bisa beribadah secara khusyuk.

    Hal tersebut disampaikan Emil saat meresmikan pusat perbelanjaan 23 Paskal Shopping Centre, Jalan Pasirkaliki No 23 Kota Bandung, Rabu (26/9/2017).

    "Saya titip fasilitas untuk beribadah, khususnya musala karena mayoritas warga Kota Bandung itu muslim," kata Emil dalam sambutannya.

    Emil mengatakan, saat ini di Kota Bandung sedang ada tren pemuda hijrah. Pemuda hijrah yang dimaksud yakni sejumlah pemuda yang dulunya nakal kemudian hijrah menuju jalan yang benar. "Tolong Pak ya, fasilitasi mereka," sambungnya.

    Emil pun mengimbau agar 23 Paskal Shopping Centre tidak hanya sekadar menjadi pertokoan. Juga diharapkan pengelola Paskal 23 Shopping Centre memberikan ruang kepada UMKM lokal agar warga Kota Bandung semakin berdaya.
    "Sekarang ini trennya mal sudah tidak bisa standar commerce, karena digital ekonomi menggesernya pelan-pelan. Kalau barang yang sama bisa saya beli dari rumah, kenapa saya harus capek-capek ke mal," jelasnya.

    Untuk itu, 23 Paskal Shopping Centre harus berintegrasi dengan perpustakaan, sekolah, pusat ibadah, dan ruang kerja. "Di Korea Selatan, perpustakaan ada di mal. Setelah berinteraksi dan baca buku pasti lapar, nah terus makan di mal tersebut. kalau conventional mal pasti akan tergeser dengan sendirinya," kata Emil pada acara yang sekaligus Grand Launching Binus Higher Education tersebut.

    Emil berharap pusat perbelanjaan tidak hanya menyediakan fasilitas sehari-hari, tapi juga meluaskan ilmu pengetahuan dengan berbagai inovasi. “Jadikan mal ini seperti kampus penuh dengan ilmu dan kreativitas,” ujarnya.

    Pada kesempatan sama, Rektor Binus Bandung Andreas Chang mengatakan, tahun ini pihaknya sudah membuka pendaftaran mahasiswa. Jumlah mahasiswa tahun ini mencapai 200 orang. Pada tahap awal pihaknya membuka 4 program studi (prodi), yakni desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Informatika, dan creativepreneur.

    “Kita memang menfokuskan pada bidang industry kreatif dan teknologi. Untuk tahap awal, kita hanya buka program S1 dengan 4 prodi. Sistem pendidikan kita berbeda dengan yang lain, yakni 2+1+1,” kata Andreas.

    Ia menjelaskan, sistem pendidikan 2+1+1 tersebut artinya dua tahun belajar di kampus (Bandung), 1 tahun kuliah di Binus Jakarta atau Malang, dan 1 tahun pengayaan. Pengayaannya bisa bekerja di perusahaan, bisa pemberdayaan masyarakat, atau di luar negeri.

    “Kami sudah banyak berkerjasama dengan perusahaan dan kampsu di luar negeri. Bagi mahasiswa kami yang ingin ke luar negari kami akan fasilitasi,” jelasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    37 Pengusaha Raih Penghargaan Taat Pajak
    Jamkrindo dan BPR Kota Bandung Teken MoU
    YBM BRI Gelar Pelatihan Kapasitas Pendidik Pontren
    Jelang Tahun Baru, Polisi Amankan 200 Preman
    Masuk Museum Gedung Sate Gratis hingga Akhir Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018