web stats service from statcounter

Hot News

  • Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    Berburu Kemenangan, Menghindari Degradasi
    • 22 Oktober 2017 | 06:32:00 WIB

    LAGA Pekan 31 Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (22/10/2017) sore ini, mempertemukan 2 tim terluka yang berusaha menghindari degradasi.

Inspirasi

    PPIH di Mekkah Amankan Puluhan Juta Uang Jemaah

    PPIH di Mekkah Amankan Puluhan Juta Uang Jemaah

    • Rabu, 27 September 2017 | 05:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Mekkah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengamankan puluhan juta uang jemaah haji Indonesia yang tercecer selama berada di Tanah Suci Mekkah. Uang tersebut ada yang dalam mata uang Riyal, ada juga rupiah.

    Seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam mengatakan, dari 6 Agustus hingga 18 September, petugas Daker telah mengamankan uang jemaah yang tercecer sebanyak 13.645 riyal atau setara Rp47.757.500 (kurs 1 riyal = Rp3.500) dan uang rupiah sebesar Rp36.353.000. Dengan demiki

    Menurut Nasrullah, uang tersebut umumnya ditemukan petugas haji dan pihak keamanan Arab Saudi. Lokasi penemuan terbanyak adalah di kawasan Masjid al-Haram. Ada juga uang yang ditemukan di dalam bus shalawat.

    “Saat ke Masjidil Haram, sebagian jemaah ada yang suka membawa uang, lalu lupa dan tertinggal di bus shalawat bersamaan dengan barang bawaan mereka,” kata Nasrullah, Rabu (20/9/2017).

    Sebagian dari uang itu, lanjut Nasrullah, sudah dikembalikan kepada pemiliknya. “Rekap kami, sebanyak 2.717 Riyal dan Rp11.977.000,- sudah diserahkan kepada pemiliknya,” ujarnya.

    “Sisanya masih ada di petugas linjam Daker Makkah,” lanjutnya. Nasrullah memastikan kalau uang itu akan dikembalikan ke pemiliknya. Pihaknya mempersilakan jemaah yang merasa kehilangan untuk melapor dengan menyertakan bukti kuat terkait jumlah dan pecahan uang saat uang itu diklaim hilang.

    Nasrullah mengaku timnya sudah mensosialisasikan temuan ini ke masing-masing sektor agar jemaah yang merasa kehilangan bisa segera mengambilnya. Tentu harus dengan menyertakan bukti-bukti kuat.

    “Batas akhir klaim uang temuan tanggal 26 Agustus. Sebab, hari itu adalah pemberangkatan terakhir jamaah haji Makkah ke Madinah. Uang yang hingga batas waktu ditentukan tidak ada yang mengklaim, akan diserahkan ke bagian Seksi Layanan Pemulangan dan Pemberangkatan untuk diamankan,” tandasnya.

    Uang tersebut, lanjut Nasrullah, selanjutnya akan diserahkan ke Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah. Jika sampai bertahun-tahun tidak ada yang mengklaim, maka berlaku hukum barang temuan (luqathah) yang akan disedekahkan sebagai amal jariyah. “Menurut laporan bahkan uang jamaah yang tercecer tahun lalu pun masih tersimpan dengan baik,” kata dia.

    Nasrullah menambahkan, uang yang berhasil diamankan ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan laporan kehilangan yang masuk. Sampai 18 September lalu, laporan laporan kasus kehilangan uang jamaah haji yang masuk totalnya mencapai 29.258 riyal atau sekitar Rp102.403.000 dan uang rupiah Rp.69.834.000.

    Sedangkan bagi jemaah yang merasa kehilangan uang atau barang di hotel, Nasrullah menyarankan untuk segera melapor ke petugas. Sebab, sesuai kontrak, barang atau uang yang hilang di lingkungan hotel menjadi tanggungjawab manajemen hotel.

    Nasrullah mencontohkan kasus kehilangan di Hotel Abraj Kiswah, Jarwal, Makkah. Laporan uang jemaah yang hilang telah diganti. Besarannya bervariasi dari 750 riyal sampai 2.530 riyal.

    Sementara itu, pemulangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah mulai berlangsung Rabu (20/9/2017) lalu. Kloter 44 Embarkasi Surabaya (SUB 44) akan diberangkatkan pukul 18.05 waktu Arab Saudi (WAS) dari hotel, sekaligus menandai dimulainya fase pemulangan jemaah gelombang kedua.

    Seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Kepala Daker Madinah Amin Handoyo mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perlakuan khusus terhadap proses pemulangan jemaah sakit. Sebab, sampai saat ini, masih ada 22 jemaah haji sakit yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Sedang di ruang KKHI Daker Madinah ada 38 jemaah sakit.

    Menurut Amin, ada tiga alternatif layanan khusus yang akan diberikan. “Pertama, laying down. Kedua, stretcher. Ketiga, wheel chair,” ungkap Amin Handoyo saat ditemui Media Center Haji (MCH) di ruang kerjanya, Madinah. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Capai SDGs Kesehatan Perlu Kemitraan Multipihak
    Wujudkan Generasi Berkualitas dengan Kampung KB
    Pemerintah Revitalisasi Pendidikan Kejuruan
    Aher Masuk Daftar Kandidat Capres dari PKS
    Ini Aturan Baru Transportasi Online
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google