web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    BPN Siap Bebaskan Tanah Warga untuk Kereta Cepat
    net Presiden saat peresmian proyek Kereta Cepat

    BPN Siap Bebaskan Tanah Warga untuk Kereta Cepat

    • Selasa, 26 September 2017 | 05:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar siap membebaskan 7.400 bidang tanah milik masyarakat yang akan terkena proyek pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

    Ke-7.400 bidang tanah yang akan dibebaskan tersebut berada di 8 kabupaten/kota. Sedangkan terdapat 54 bidang tanah lainnya yang sudah di tangan KCIC.

    "Rencananya (Selasa, 26/9/2017) besok KCIC akan diminta mempresentasikan mengenai pengadaan tanahnya. Besok pun saya presentasikan bagaimana, supaya di tahun ini tanahnya mulai dibebaskan," kata Kepala Kanwil BPN Jabar Sri Mujitono seusai menghadiri peringatan Hari Agraria Nasional di Kantor BPN Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (25/9/2017).

    Sri mengatakan, pembebasan lahan ini akan sukses jika semua stakeholder, mulai dari Gubernur Jabar beserta jajarannya, setiap wali kota /bupati bersama jajarannya kompak dalam upaya percepatan pembebasan lahan dan pembangunan kereta cepat tersebut.

    "Suksesnya kereta cepat ini, tergantung dari perencanaannnya yang matang dari KCIC, sumber dananya jelas, saya belum tanya sumber dananya dari mana. Kalau jelas dana tersedia, itu jadi bagian kesukseskan kereta cepat," katanya.

    Dia menyebutkna, Dirjen Pengadaan Tanah dari BPN mengadakan peninjauan atau pengawasan khusus untuk mempercepat pembangunan kereta cepat tersebut. Terlebih, hal ini berkaitan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang menginginkan kereta cepat ini segera beroperasi.

    PT KCIC sendiri berencana mengajukan pencairan dana pinjaman tahap pertama sebesar Rp13 triliun pada China Development Bank (CBD), seiring dengan terbitnya SK Gubernur Jabar

    Dalam pembangunan kereta cepat ini, dibutuhkan pengadaan tanah seluas 669.63 hektare untuk trase dan stasiun. SK Gubernur Jabar No 539/Kep.793-Pemksm/2017 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Trase dan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di wilayah Jabar menyebutkan bahwa pemilik tanah di lokasi sepanjang trase dan stasiun tersebut dilarang melepaskan haknya pada orang lain di luar kepentingan pembangunan kereta cepat.

    Tiga stasiun kereta cepat ini akan didirikan di Tegalluar di Bojongsoang Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, dan kawasan Walini di Kabupaten Bandung Barat. Di DKI Jakarta terdapat satu stasiun yang dibangun di Jakarta Timur.

    Kereta cepat Jakarta-Bandung dimiliki PT KCIC yang merupakan perusahan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan Beijing Yawan HSR Co Ltd. Adapun ‎PSBI merupakan konsorsium BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PTPN VIII, dan PT Jasa Marga. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Polda Ringkus 4 Pencuri Alat Pengeboran Pertamina
    Belum Ada Komunikasi, PPP tak Munculkan Nama Emil
    Transportasi Online Dilarang Beroperasi Sementara
    Banjir di KM 130, Tol Purbaleunyi Macet Parah
    Polda Bongkar Sindikat Pemalsu STNK lewat Facebook
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018