web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tenggak Eximer 12 Remaja Keracunan dan Dirawat
    net

    Tenggak Eximer 12 Remaja Keracunan dan Dirawat

    • Senin, 25 September 2017 | 22:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya – Sedikitnya 12 anak remaja asal Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, harus mendapatkan perawatan medis. Mereka disinyalir telah menenggak obat keras jenis Eximer tanpa ada resep dokter.

    Sebagian dari mereka sudah bisa dibawa keluarganya pulang nanun sebagian masih dirawat di Rumah Sakit Jasa Kartini. Pengakuan ke empat remaja tanggung yang sempat dimintai keterangannya, tiga remaja yakni RK (14) minum 3 butir, JN (11) minum 1 butir, RJA (13) minum 2 butir.

    Mereka mengaku baru kali ini menelan pil tersebut. Dikatakan ketiganya, mereka hanya coba-coba saat temannya mengetahui memiliki pil tersebut. "Awalnya hanya coba-coba karena rasanya tidak pernah tahu,” kata ketiganya saat di ruang Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, Senin (25/9/2017).

    Mereka kemudian minum ada yang di campur dengan kopi maupun ditelan langsung. Mereka sempat kaget ada di antara temannya yang harus ditangani medis akibat minum obat tersebut. Sebab, yang dirasakan ketiganya normal-normal saja. Sedangkan pemilik obat tersebut, RZ (15), mengaku sudah 3 kali mengkonsumsi obat tersebut.

    “Efek obat itu menyebabkannya banyak bengong dan mengantuk. Obat ini sendiri dibeli di Toko Obat dan Kosmetik di Bekasi sebanyak 15 butir. Harga satu butir pil itu Rp 1.000 sementara 20 butir lagi didapat dibeli dari temannya masih di kawasan Tasikmalaya dengan harga Rp 1.500 per butir,” sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dana Desa Harus Fokus pada Kegiatan Padat Karya
    Cairkan Hubungan, Demiz Kunjungi DPD Gerindra
    Bertemu Ketum PPP, Emil Makin Yakin Dapat Dukungan
    Capai SDGs Kesehatan Perlu Kemitraan Multipihak
    Wujudkan Generasi Berkualitas dengan Kampung KB
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google