web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    12 Juta Bidang Tanah di Jabar Belum Tersertifikat
    net

    12 Juta Bidang Tanah di Jabar Belum Tersertifikat

    • Senin, 25 September 2017 | 22:39:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Dari 19 juta bidang tanah di Jabar baru 7 juta bidang atau 30% lebih bidang tanah yang sudah tersertifikat. Untuk itu, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus meningkatkan jumlah sertifikasi setiap tahunnya.

    “Tahun ini ada 800 ribu, kalau tahun ini 800 ribu tahun depannya lagi harus bertambah jadi 1 juta sehingga tahun 2019 itu harus lebih besar lagi target sertifikasinya,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai menjadi Pembina Upacara Hari Agraria Nasional Tahun 2017 dan Pencanangan Pekan Olahraga di  Bandung, Senin (25/9/2017).

    Pria yang akrab disapa Demiz ini meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat–yang notabene memiliki data-data pertanahan di daerahnya, agar bisa membantu kerja setiap Kantor ATR/BPN. Hal tersebut untuk mendorong sertifikasi tanah untuk masyarakat di wilayahnya masing-masing.

    Hal itu dilakukan agar terhindar dari konflik perselisihan yang tidak perlu dan masyarakat bisa memanfaatkan tanahnya untuk kepentingan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Harus didorong sehingga akses masyarakat kepada lembaga keuangan akan semakin terbuka,” ucapnya.

    Selain itu, pembangunan infrastruktur nasional terkadang juga terhambat oleh permasalahan pengadaan tanah, serta rencana tata ruang wilayah yang belum mampu menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    Untuk itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian ATR/BPN saat ini tengah fokus pada Program Reforma Agraria. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat. “Reforma Agraria merupakan suatu proses yang berkesinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dalam bidang pertanahan,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Satpol PP Tertibkan Baligo Langgar Aturan Kampanye
     Mendagri Minta Daerah Waspadai Potensi Bencana
    Bea Cukai Ungkap Produksi Miras Oplosan
    Diskreditkan PDIP, Sejumlah Medsos Dilaporkan
    Pemkot Bandung Segera Lakukan Seleksi Sekda
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018