web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polresta Bogor Amankan Penjual Obat-obatan Keras
    net

    Polresta Bogor Amankan Penjual Obat-obatan Keras

    • Senin, 25 September 2017 | 22:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bogor – Petugas Polresta Bogor berhasil menangkap pelaku penjual narkoba jenis obat-obatan keras. Mereka ditangkap dalam sejumlah operasi razia yang dilakukan dalam dua minggu terakhir.

    Kapolresta Bogor Ulung Sampurna Jaya mengatakan obat-obatan keras lebih banyak dipilih karena harganya lebih murah dibandingkan ekstasi, sabu-sabu, heroin dan narkoba jenis konvensional lainnya.

    "Coba bayangkan harga obat keras hanya Rp3.000 per butir. Sementara kalau inex itu harganya Rp100.000-200.000 per butir," tuturnya saat gelar perkara di Markas Polresta Bogor, Senin (25/9/2017).

    Dia menegaskan peredaran obat-obatan untuk penghilang rasa sakit dan penenang itu diatur pemerintah sejak lama. Jajarannya juga telah mengingatkan toko-toko penjual obat dan apotek terkait pembatasan jumlah obat yang bisa dibeli masyarakat melalui surat edaran.

    Selain terbatas, pembelian obat-obatan tersebut menurut dia harus berdasarkan resep dokter. Ulung menyebut hukuman bagi penjual obat-obatan keras yang melanggar undang-undang kesehatan terkait ialah 10 tahun penjara ditambah denda Rp 10 miliar. Hukuman yang sama diberikan juga pada penjual perorangan dan toko kelontongan.

    Selama dua pekan terakhir, jajaran polisi setempat menyita obat-obatan keras yang dijual secara ilegal sebanyak 3698 butir obat jenis hexymer, 6912 butir tramadol, dan obat jenis trihexyphenidyl sebanyak 894 butir. Ulung membandingkan efek yang ditimbulkan dari obat-obatan itu hampir sama dengan narkoba jenis konvensional.

    Petugas juga menyita sabu-sabu sebanyak 35,6 gram, satu unit airsoftgun dan sejumlah uang dan barang bukti lainnya. Dengan harga eceran dua juta rupiah per gramnya, keuntungan dari penjualan sabu-sabu seberat itu mencapai Rp 73 juta. Sedangkan nilai ekonomis obat-obatan tersebut secara total hany bernilai Rp 34,5 juta.

    “Barang bukti tersebut didapatkan dari delapan pengungkapan kasus dengan jumlah pengedar sebanyak 11 orang,” sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google