web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Misteri Tulang Merah Bangsa Maya Terkuak

    Misteri Tulang Merah Bangsa Maya Terkuak

    • Sabtu, 23 September 2017 | 20:19:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Salah satu peradaban yang menarik minat para arkeolog adalah bangsa Maya yang pernah berjaya di Guatemala pada 200-800 Masehi. Masih banyak misteri peradaban bangsa ini yang belum terkuak.

    Salah satunya adalah tulang merah. Belum lama ini, tim arkeolog menggali bawah istana bangsa Maya di situs El Peru-Waka, sebelah utara hutan hujan Guatemala utara. Mereka menemukan makam kalangan bangsawan Maya. Di dalam makam, mereka menemukan topeng giok dan tulang belulang berwarna merah terang.

    Walaupun kota kuno itu dulunya dipenuhi ratusan bangunan, termasuk piramida, istana, alun-alun, dan rumah, kota itu baru ditemukan lagi secara tidak sengaja pada 1960-an oleh para pekerja perminyakan.

    Live Science melansir, situs El Peru-Waka didiami pada masa Maya Klasik dari sekitar 200 Masehi hingga 800 Masehi. Situs itu memiliki kaitan erat dengan dua ibu kota saingannya, yaitu Tikal dan Calakmul. Pada suatu masa, sebuah keluarga ningrat yang kaya raya memerintah Waka’ dan mengendalikan jalur perdagangan utama di sepanjang Sungai San Pedro.

    Sebuah tim yang terdiri dari para ahli arkeologi Amerika dan Guatemala telah melakukan ekskavasi di Waka' sejak 2003. Mereka telah menemukan beberapa kuburan raja-raja dan ratu-ratu, demikian juga dengan beberapa orang yang mungkin saja menjadi tumbal manusia.

    Dalam temuan terkini pada musim panas lalu, para peneliti menggali terowongan di bawah istana ibu kota dan menemukan kompleks yang mungkin menjadi makam tertua kaum ningrat di situs tersebut. Berdasarkan gaya karya gerabah yang ditemukan dalam makam, mereka menduga kuburan itu bertarikh dari 300 Masehi hingga 350 Masaehi.

    David Freidel, profesor antropologi di Washington University di St Louis mengatakan, makam raja itu berperan menetapkan tanah suci kerajaan bagi dinasti Waka. Dia menduga makam itu milik seorang raja, karena ada topeng giok berwarna merah yang melambangkan sang penguasa sebagai Maize God. Di kening topeng terukir simbol yang berarti "kuning" dan "berharga" dalam bahasa Maya Kuno.

    Makam tersebut juga berisi beberapa perahu-perahu keramik, kulit kerang, dan kalung berukiran buaya. Terakhir, makam itu pernah dibuka satu kali setelah 600 Masehi. “Kemungkinan dilakukan oleh generasi penerus raja untuk melayat. Para pelayat ini memberi warna merah pada tulang belulang sang raja menggunakan cinnabar. Cinnabar adalah mineral berwarna merah terang yang merupakan sulfida raksa (mercury sulphide) yang biasa dipakai sebagai pigmen warna merah,” kata David.

    Sebagai catatan, tulang-tulang berwarna merah sebelumnya juga pernah ditemukan di makam-makam bangsa Maya, misalnya di makam Ratu Merah di Palenque yang seluruhnya dilumuri debu cinnabar. Tidak ada ukiran-ukiran dalam makam yang dapat mengungkapkan nama sang penguasa, tapi Freidel dan rekan-rekannya menduga itu adalah makam Raja Te' Chan Ahk, seorang raja dinasti Wak yang memerintah pada awal abad ke-4.(*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kasus Unik. Keledai Makan McLaren 650S Spider
    Sedang Foto Pernikahan, Pria Ini Tolong Anak-anak
    Robot Kecoa Bantu Manusia saat Bencana
    Lihat Penampakan, Dua Anjing Ketakutan
    Kota Kuno Qalatga Darband Ditemukan
    Berita Terdahulu

    Editorial