web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Warga Terdampak Bendungan Leuwi Keris Kembali Demo
    net

    Warga Terdampak Bendungan Leuwi Keris Kembali Demo

    • Sabtu, 23 September 2017 | 19:28:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Warga terdampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris Kabupaten Tasikmalaya, menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (22/9/2017). Mereka memasang puluhan patok bertuliskan masing-masing pemilik tanah di jalur masuk ke lokasi proyek. 

    Selain memasang patok, warga juga menghalangi akses masuk dengan batang pohon kelapa dan albasiah. Akibatnya, kendaraan operasional tidak bisa masuk ke lokasi proyek.

    Ratusan warga Desa Ancol tersebut melakukan aksinya sebagai bentuk kekesalan mereka yang sudah hampir setahun tidak ada kejelasan. Warga yang emosi juga sempat bersitegang dengan petugas proyek.

    Karena masa memblokade jalan menuju lokasi pembangunan Bendungan Leuwi Keris dengan batang pohon gelondongan, akar pohon besar, batu besar hingga bambu panjang digunakan untuk menutup akses masuk tetsebut. 

    "Kami menuntut dokumen-dokoumen jual beli tanah ini. Mungkin faktanya milik pemerintah. Tapi secara de jure masih milik masyarakat. Sebab dalam jual beli atau ganti rugi tanah, warga pemilik tanah tidak diberi bukti kwitansi," tutur koordinator aksi, Evi Hilman.

    Warga akan menjaga patok-patok yang telah dipasang di sepanjang pintu akses. Mereka akan menginap agar patok tersebut tidak dicabuti petugas proyek maupun aparat kepolisian. Hal ini dilakukan tetap warga meminta dokumen jual beli atau ganti rugi tanah diberikan kepada warga. “Kami akan terus berunjuk rasa selama tuntutan belum dipenuhi,” tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Antisipatif Sikapi Transportasi Online
    Kemenko PMK Terus Kaji Langkah Pembiayaan BPJS
    Persiapan Asian Games 2018 sesuai Target
    9 Juta Balita Gagal Tumbuh akibat Kekurangan Gizi
    Bahaya Pornografi Sama dengan Terorisme
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google