web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Puan:Indonesia Beri Perlindungan Terbaik bagi Anak
    net Menko Puan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB

    Puan:Indonesia Beri Perlindungan Terbaik bagi Anak

    • Sabtu, 23 September 2017 | 05:42:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, New York - Indonesia menegaskan pentingnya memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak. Pasalnya, saat ini sekitar 34 persen atau 87 juta penduduk Indonesia adalah anak-anak.

    Bahkan pada 2045, anak-anak Indonesia tersebut akan menjadi mayoritas angkatan kerja produktif di Indonesia.

    "Dalam rangka memberikan perlindungan terbaik tersebut, Indonesia dengan senang hati mengambil peran sebagai Path finder dalam upaya global untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi,” ungkap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam Pertemuan Tingkat Tinggi di Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New Yor, Kamis (21/9/2017) waktu setempat.

    Dalam sidang dengan tema Peluncuran Peta Jalan Untuk Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif, Indonesia menyampaikan pandangannya terkait usaha dan capaian yang sudah diraih di bidang perlindungan anak.

    Dalam pidatonya, Puan menjelaskan 2 kemajuan yang telah dicapai Pemerintah Indonesia di bidang perlindungan anak. Kemajuan pertama yakni peluncuran Strategi Nasional untuk Menghapuskan Kekerasan terhadap Anak di tahun 2016. Fokus dari Strategi Nasional tersebut, antara lain mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan, atau mengabaikan kekerasan. Kemudian memberikan perawatan anak yang menjamin keamanan dan kasih sayang dengan pengasuh; dan meningkatkan kualitas data pendukung dan bukti kekerasan terhadap anak.

    Sedangkan kemajuan kedua, adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk tumbuh. “Capaian ini termasuk melalui pendirian sekolah ramah anak, taman dan kawasan bermain; penunjuk jalur yang aman kesekolah;dan menyediakan akses ramah anak terhadap informasi dan teknologi,” jelas Puan.

    Selanjutnya, di tingkat daerah, pemerintah pusat juga melakukan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat sipil. "Seperti Forum Anak-Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga, dan Ruang Kreatif Anak-anak yang didirikan di 34 provinsi di Indonesia,” ujar Puan.

    Hal ini diharapkan akan mendorong partisipasi anak dalam kegiatan sosial dan perencanaan pembangunan.

    Menko Puan, mewakili Indonesia, turut menyampaikan bahwa usaha dalam melindungi anak-anak dari kekerasan perlu melibatkan unit masyarakat yang sangat mendasar, yaitu keluarga. Oleh karena itu menurut Indonesia, pemerintah-pemerintah didunia perlu menerapkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi kebaikan bagi keluarga.

    “Terutama untuk meningkatkan akses kesahatan yang berkualitas kepada ibu dan anak, pendidikan mendasar bagianak, dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga,” ucapnya.

    Untuk mewujudkan dan mencapai Agenda SDG 2030 khususnya agenda ke-16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, Puan mengajak seluruh pihak untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak anak serta mengakhiri kekerasan terhadap anak.
    “Usaha kita akan menghasilkan dampak yang besar apabila kita melakukannya melalui kemitraan dan kerjasama dengan seluruh pemangku kebijakan,” tandasnya.

    Terakhir, Puan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus terlibat secara konstruktif dalam usaha melindungi dan mempromosikan hak-hakanak. “Indonesia berkomitmen dan mengajak semua pihak untuk bekerjasama menciptakan dunia yang lebih damai, adil, dan sejahtera bagi semua orang,” tutup Puan. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar Raih Penghargaan Paramakarya
    PKS Hormati Pilihan Gerindra Usung Mayjen Sudrajat
    Soal Yerussalem, Ini yang akan Dilakuan Indonesia
    Menko PMK Pastikan Bansos Rastra takkan Dihapus
    Tabrakan di Cipali, Istri Bupati Pidie Aceh Tewas
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google