web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Menkes Duga Ada Kesengajaan dalam Penyebaran PCC
    net

    Menkes Duga Ada Kesengajaan dalam Penyebaran PCC

    • Sabtu, 23 September 2017 | 05:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga ada unsur kesengajaan dalam penyebaran pil paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

    Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya melihat ini ada unsur kesengajaan karena hingga 76 anak menjadi korban penyalahgunaan PCC. "Polisi tengah menyelidiki kasus ini," kata Nila.

    Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh menambahkan, kejadian ini bdari bukan hal yang baru di Kendari. Kasus ini, menurutnya, sudah lama berlangsung. "(Tetapi) kasus yang banyak terjadi 2 pekan lalu, sepekan lalu yang harus kita teliti," ujar Subuh.

    Dia menyebut intelijen kepolisian harus turun tangan untuk melacaknya. Kenapa pemberian tablet mengenai sasaran begitu masif dari usia sekolah dasar (SD) sampai usia 21 tahun, bahkan ibu rumah tangga juga ada yang menjadi korban. Dari temuan Kemenkes, mereka diberi obat ini gratis dan disuruh mencobanya.

    "Jadi ini ada unsur kriminal dan obatnya sendiri ilegal dan cara pemberiannya kriminal," katanya. Dia percaya pihak kepolisian sudah bekerja dan kini telah menetapkan sedikitnya sembilan tersangka.

    Disinggung soal pengawasan komposisi bahan pil PCC, Subuh menyebut ini merupakan kewenangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan Kemenkes, mengurus di hilir, termasuk korban-korban yang ada. "Tetapi kan kita tidak bisa memonitor bagaimana ini bisa terdistribusi. Produksinya oleh siapa," ujar Subuh.

    Sebelumnya, eputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sigit Priohutomo mengungkapakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas sektor terkait pil PCC ini.

    "Lintas sektor tersebut mencakup Kementerian Kesehatan, Kepolisian, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Sigit.

    Dia berharap lingkungan sekolah lebih aktif dalam menyikpai fenomena ini. "Sekolah harus memberikan pengenalan tentang kasus ini agar para siswa tidak menggunakan pil berbahaya tersebut," tutupnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google