web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sejumlah Tower Tak Berizin Disegel Satpol PP
    net

    Sejumlah Tower Tak Berizin Disegel Satpol PP

    • Jumat, 22 September 2017 | 23:48:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Pangandaran – Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pangandaran menyegel sejumlah tower. Salah satu tower yang disegel adalah salah satu station telekomunikasi yang berada di pantai barat Pangandaran tepatnya di depan hotel Bumi Nusantara yang belum mengantongi perijinan.

    Kepala Bidang Perijinan Salimin mengatakan, setelah diperiksa tower tersebut belum memiliki ijin baik ijin usaha maupun ijin Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Bahkan untuk rekomendasi dari pihak Kominfo Kabupaten Pangandaran pun belum ada. “Tower ini kami segel karena illegal,” tegasnya, Jumat (22/9/2017).

    Salahsatu syarat batas minimal pendirian tower telekomunikasi, untuk di jalan nasional harus 12 meter dari bahu jalan dan 8 meter untuk pagar, sementara kalau di jalan kabupaten, lanjut Salimin pendirian tower 8 meter dan pagar 4 meter. Hingga saat ini pihaknya sudah melakukan penyegelan sebanyak tujuh tower telekomunikasi yang terpasang di wilayah Kab Pangandaran.

    "Untuk tiga tower di Padaherang, Kalipucang dan Putrapunggan sudah dikeluarkan ijnnya, karena pada saat itu belum mengeluarkan moratorium dan dibongkar hingga titik nol, sehingga kami mengeluarkan ijinnya," terangnya.  

    Sedangkan tower yang saat ini disegel menurut Salimin harus di bongkar habis, selain berada di marka jalan juga sudah dikeluarkan moratoriumnya. "Jadi ya harus dibongkar habis," tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google