web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Warga Resah Ada Peredaran Obat PCC dari Toko Obat
    net

    Warga Resah Ada Peredaran Obat PCC dari Toko Obat

    • Kamis, 21 September 2017 | 18:24:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Warga Kampung Muara, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, mengaku resah dengan adanya toko obat yang diduga tidak berizin. Toko obat itu kerap menjual obat-obatan kepada pembelinya yang sebagian besar adalah pelajar.

    Salah seorang warga Dede (63) mengatakan, toko obat yang sudah beroperasi sejak 6 bulan itu sudah mulai meresahan warga. Dikatakan dia, dari sekian banyak konsumen yang membeli obat di toko tersebut, sebagian besar masih berseragam sekolah. Tidak jarang, sopir angkutan umum pun kerap membeli obat dari toko tersebut.

     “Pegawai tokonya juga tidak bersosialisasi dengan warga sekitar. Sering melihat banyak anak-anak sekolah yang datang membeli obat dari toko itu dan entah untuk apa,” terangnya.

    Menanggapi keresahan warga tersebut, Satuan Reserse Narkotika Polres Bandung langsung melakuan penyisiran ke toko obat yang diduga ilegal tersebut. Selain melakukan penyisiran ke toko yang dituju, petugas pun melakukan inspeksi mendadak ke toko obat lainnya termasuk ke apotek-apotek lainnya.

    Sidak obat keras dan terlarang ini langsung dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkotika Polres Bandung Agus Susanto. Bahkan, dalam sidak tersebut, Satrestik Polres Bandung melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

    Dijelaskan Agus didampingi KBO Satrestik Polres Bandung M. Ilham mengatakan, sidak tersebut dilakukan dalam upaya mencegah peredaran pil ilegal PCC di wilayah hukum Polres Bandung. Dari beberapa toko obat dan apotek yang didatangi petugas gabungan itu, ribuan butir obat keras jenis G dan obat kedaluwarsa disita petugas.

    Dari hasil penyisiran terhadap 4 toko obat dan apotek ini pihaknya menyita berbagai macam jenis obat di antaranya dextro 500 butir, obat daftar G (200 butir), dan ribuan obat kedaluwarsa lainnya.  Akan tetapi, dari beberapa titik penyisiran yang dilakukan, polisi tidak menemukan target yang dicari, yakni peredaran pil ilegal PCC.

    “Dari hasil penyisiran kami yang dilakukan saat ini, kami belum menemukan pil PCC ini. Tapi kami akan tetapmelakukan pengecekan terhadap obat jenis psikotropika dan obat keras lainnya,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Basement Air Pagarsih Ditarget Selesai Desember
    Penerapan Permen LH P39 di Gunung Rakutak Diprotes
    Presiden Jokowi akan Resmikan Tol Soroja
    Pendaftaran Panwascam di 21 Kecamatan Diperpanjang
    Jadi Langganan Bencana Bupati Minta Warga Siaga
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018