web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Orang Gila Curi dan Kendarai Bus, Warga Panik
    net

    Orang Gila Curi dan Kendarai Bus, Warga Panik

    • Kamis, 21 September 2017 | 18:18:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Indramayu - Penderita gangguan jiwa di Indramayu sempat membuat warga sekitar panik dan waswas. Padalnya orang gila itu mencuri bus dan mengemudikannya secara ugal-ugalan di jalanan wialyah perkotaan Indramayu.

    Warga kemudian berhasil menangkapnya dan sempat menumpahkan kekesalannya dengan memukuli pelaku. Namun aksi tersebut berhasil diantisipasi oleh petugas sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Kejadian bermula ketika pelaku yakni Siswantoro (35) tengah melintas di Jalan Raya Balongan, Tegal Urung Indramayu. Di lokasi sebuah bus operator Warga Baru tengah diparkir di pinggir jalan. Mendapati bus kosong kemudian Siswantoro masuk ke dalam bus.

    Di sana dia menemukan sebuah dompet yang berisikan kunci kontak bus tersebut. Tanpa pikir panjang, Siswantoro kemudian menyalakan mesin bus. Tak berhenti di situ, ia kemudian tancap gas memacu pergi bus dengan ugal-ugalan.

    Mendapati busnya dibawa lari orang, supir bus beserta warga lainnya kemudian melakukan pengejaran dan melaporkan kepada anggota polsek setempat. Aksi kejar-kejaran tersebut sempat membuat panik Siswantoro. Sehingga bus yang dikemudikannya menabrak sebuah mobil dan median jalan.

    Namun hal tersebut tidak membuat Siswantoro gentar dan terus memacu bus menapaki jalanan Indramayu. Bahkan bus yang dibawa Siswantoro sempat mengarah ke pusat kota Indramayu yakni Bunderan Kijang, Indramayu.

    Dia justru berhasil mengemudikan bus hingga ke arah Jatibarang, wilayah yang cukup jauh dari Balongan. Anggota polisi yang melakukan pengejaran pun sulit menangkap Siswantoro karena pelaku mengemudikan bus. Hingga pada akhirnya bus yang dikemudikan Siswantoro terperosok di sebuah saluran irigasi di Kecamatan Sliyeg.

    Kasatreskrim Polres Indramayu Dadang Sudiantoro mengatakan, indikasi gangguan jiwa muncul ketika polisi tengah memeriksa Siswantoro. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh polisi selalu dijawab ngawur oleh pelaku. Indikasi tersebut diperkuat oleh keterangan dari keluarga Siswantoro. “Pelaku ini menderita gangguan jiwa sejak tahun 2003 lalu. Terbukti saat diperiksa pun jawabannya ngawur,” ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar Raih Penghargaan Paramakarya
    PKS Hormati Pilihan Gerindra Usung Mayjen Sudrajat
    Soal Yerussalem, Ini yang akan Dilakuan Indonesia
    Menko PMK Pastikan Bansos Rastra takkan Dihapus
    Tabrakan di Cipali, Istri Bupati Pidie Aceh Tewas
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google