web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Fosil Gigi Tertua Ditemukan di Yunani

    Fosil Gigi Tertua Ditemukan di Yunani

    • Rabu, 20 September 2017 | 21:48:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Sejumlah pakar meyakini, manusia pertama hidup di benua Afrika yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Artinya nenek moyang manusia berasal dari benua hitam itu.

    Namun, klaim itu bakal tergoyahkan setelah pakar menemukan fosil rahang bawah dan gigi di Yunani dan Bulgaria. Fosil tersebut diduga milik makhluk bernama Graecopithecus Freybergi berusia 7,2 juta tahun lampau. Makhluk berjalan tegak ini memiliki penampilan mirip kera.

    Usia Graecopithecus Freybergi lebih tua disbanding fosil hominin Sahelanthropus yang diperkirakan hidup sekitar 6-7 juta tahun lalu di Chad, Afrika Tengah. Ini berarti, nenek moyang manusia telah ada jauh lebih awal.

    Paleoantropolog dari Universitas Toronto yang juga anggota studi, David Begun, mengatakan kemungkinan perpisahan evolusi terjadi di luar Afrika sesuai dengan fitur fosil hominin. "Kita tahu banyak mamalia Afrika aslinya berasal dari Eurasia lalu tersebar ke Afrika saat G. freybergi hidup. Kenapa G. freybergi tidak bisa?" kata Begun, seperti dikutip dari laman berita Reuters.

    G. freybergi diperkirakan berukuran sebesar simpanse betina. Ia diperkirakan tinggal di lingkungan kering campuran hutan dengan padang rumput, mirip sabana Afrika, bersama kijang, jerapah, badak, gajah, hyena dan babi hutan.

    Namun, kesimpulan asal-usul manusia dari Eropa itu diragukan oleh para ilmuwan lain. "Buktinya baru sedikit," ujar Richard Potts, pakar paleantropologi dari Smithsonian Institution, seperti dikutip dari laman berita CBS News. Dia tidak terlibat dalam studi fosil G. freybergi.

    Salah satunya, Potts menjelaskan, yakni pengurangan akar gigi taring pada fosil mirip dengan hominin. Fakta tersebut, menurut dia, tak memiliki bukti kontekstual yang cukup kuat untuk menarik kesimpulan nenek moyang manusia dari Eropa. Menurut dia, perlu sampel lain untuk memperkuat klaim tersebut. Misalnya, mahkota gigi taring. "Fosil ini baru ditemukan satu, kurang lengkap untuk dijadikan perbandingan. Klaim para peneliti melampaui bukti yang ada," kata Potts.

    Jay Kelly, pakar paleontologi dari Arizona State University, pula menggugat klaim asal-usul manusia dari Eropa yang menyatakan akar gigi geraham depan yang menyatu menunjukkan adanya hubungan dengan hominin. "Akar gigi geraham depan yang bersatu tak selalu berhubungan dengan hominin," ujar dia, seperti dikutip dari laman berita The Washington Post.

    Fosil Graecopithecus Freybergi ditemukan terpisah, yakni gigi depan di Athena pada 1944 dan gigi depan ditemukan di Bulgaria pada 2009. Para ilmuwan memeriksa dengan teknik terbaru, termasuk pindai CT dan menentukan usia dengan melihat endapan batuan di sekitar tempat fosil ditemukan.

    Mereka menemukan perkembangan akar gigi ciri khas manusia tidak terlihat pada simpanse dan nenek moyangnya. Atas dasat itulah fosil G. freybergi ditempatkan dalam garis keturunan asal usul manusia. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kasus Unik. Keledai Makan McLaren 650S Spider
    Sedang Foto Pernikahan, Pria Ini Tolong Anak-anak
    Robot Kecoa Bantu Manusia saat Bencana
    Lihat Penampakan, Dua Anjing Ketakutan
    Kota Kuno Qalatga Darband Ditemukan
    Berita Terdahulu

    Editorial