web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jabar Pasar Potensial bagi Pengedar Narkotika
    net Para tersangka dan barang bukti ganja

    Jabar Pasar Potensial bagi Pengedar Narkotika

    • Selasa, 19 September 2017 | 04:48:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kepala Badan Narkotika Nasional Peovinsi (BNNP) Jabar Brigjen Pol Rusnadi menegaskan, Jabar merupakan salah satu pasar cukup besar bagi para pengedar narkotika, terutama ganja.

    Ganja ini tak hanya diedarkan di tenpat-tempat hiburan, tapi juga di kalangan pelahar dan mahasiswa. Tahun ini, pengungkapan kasus narkotika meningkat 150%. Pada 2016, jajaran BNNP Jabar mengungkap 30 kasus, tahun ini sampai September 2017, 60 kasus.

    "Narkoba banyak beredar di Kota Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Depok, dan Kabupaten Karawang. Tahun ini, Depok menangani 7 kasus. Tahun lalu nggak ada. Kemudian, Bogor 6, Tasikmalaya dan Karawang 7 kasus," ungkap Rusnadi saat ekspose kasus penyelundurpan 230 kg ganja di Kantor BNNP Jabar, Jalan Terusan Jakarta Kota Bandung, Senin (18/9/2017).

    Soal penyelundupan ganja tersebut, Rusnadi mengatakan, yang perlu dihitung pula dari pengungkapan ini adalah kerugian sosial yang bisa diakibatkan oleh peredaran ganja yang bernilai lebih dari Rp2 miliar tersebut. Dengan pengungkapan kasus ini sekitar 46 ribu warga Jabar terselamatkan. Dari pengungkapan sebelumnya dengan baraang bukti 320 kg lebih, 60 ribu warga Jabar terselamatkan.

    "Kelompok ini masih satu jaringan dengan yang sebelumnya. Ini hasil pengembangan. Kalau sebelumnya mereka masuk Tanjung Priok, sekarang mencoba lagi lewat Bakauheni, Lampung. Modusnya sama, menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mengangkut barang haram tersebut," kata Rusnadi di tempat yang sama.

    Rusnadi mengemukakan, para pelaku yang telah beraksi mengedarkan ganja sejak 2 tahun lalu ini, cukup pandai mengelabui peyugas sehingga bisa lolos masuk ke Bogor.

    "Mereka memodifikasi mobil minibus dengan bagian bawahnya dibuat kompartemen palsu untuk memuat ganja. Tapi petugas BNNP tak kalah. Sehingga ganja senilai Rp2 miliar ini bisa disita dan para tersangka berhasil dibekuk," ujar Rusnadi.

    Sebelumnya, BNNP Jabar menggagalkan penyelundupan ganja seberat 230 kg dari Aceh. Selain barang bukti ganja, BNNP juga mengamankan 5 tersangka, yakni Junaidi alias Boboi (43), Rojani alias Batok (30), Imam Islamudin (40), Suparman alias Parman (30), dan Buchori Muslim alias Bute (35).

    Ganja tersebut diselundupkan menggunakan Mitsubishi L300 pikap warna hitam nopol B 9512 PAB. Pada Rabu (13//2017), petugas BNNP Jabar dan BNN mengamankan mobil tersebut saat melintas di Jalan Raya Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Petugas menggunakan anjing pelacak K9 berhasil mengetahui ganja sebanyak 230 bungkus atau seberat 220 kg di bawah bak mobil.

    Dua orang kurir diamankan, yakni Junaidi (sopir pikap) dan Rojani. Dari keterngan Junaidi, petugas menangkap Bute, warga Kayu Manis, Tanah Sereal Kota Bogor, pada hari sama. Bute mengaku barang haram itu akan diserahkan kepada Imam. Kemudian, petugas menangkap Imam di Lanud Atang Sanjaya Bogor
    Tim selanjuitnya meringkus Parman yang diketahui merupakan pengendali lapangan kelompok ini. Mereka semua kurir, sementara pelaku utama atau pemasok ganja ini, Wanda alias Black dan Marwan masih buron.

    Saat ini, para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di BNN Jabar. Kelima tersangka dijerat Pasal 114 juncto Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 2 UU No 35/1999 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Polda Ringkus 4 Pencuri Alat Pengeboran Pertamina
    Belum Ada Komunikasi, PPP tak Munculkan Nama Emil
    Transportasi Online Dilarang Beroperasi Sementara
    Banjir di KM 130, Tol Purbaleunyi Macet Parah
    Polda Bongkar Sindikat Pemalsu STNK lewat Facebook
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018