web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Setelah BMI, Kini Repdem Sepakat Dukung Elin-Maman
    yanyan

    Setelah BMI, Kini Repdem Sepakat Dukung Elin-Maman

    • Kamis, 14 September 2017 | 23:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung Barat - Kekisruhan di internal DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelang Pilkada KBB 2018 terus memanas. Itu terjadi setelah dipicu oleh deklarasi Banteng Muda Indonesia (BMI) yang mendukung Elin-Maman.

    Kini langkah yang dilakukan BMI mendapatkan dukungan dari sayap partai PDIP lainnya. Yakni, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) KBB yang satu suara dengan BMI mendukung paket pasangan Elin Suharliah-Maman S Sunjaya agar mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

    "Mereka merupakan perpaduan yang serasi antara kader internal dan eksternal dan memiliki kans yang tinggi untuk menang di pilkada," ucap Ketua Repdem KBB Heri Setia Munandar, Kamis (14/9/2017).

    Dorongan BMI yang didukung penuh Repdem KBB terhadap kedua figur itu adalah sebuah aspirasi yang harus dihargai semua pihak. Dia pun menepis anggapan bahwa kader harus selalu prioritas dibandingkan non kader. Sebab ketika bicara pilkada maka kemenangan yang harus jadi target.

    "Banyak contoh SK tidak selalu turun kepada kader tapi ada juga yang jatuh ke non kader. Seperti di Cimahi atau saat Pilkada KBB 2008 dan ternyata hasilnya PDIP menang. Jadi sebaiknya kader tidak ngotot kalau memang kans menangnya tidak ada," tuturnya. 

    Dia pun menilai pertemuan empat balon bupati PDIP yakni Aa Umbara Sutisna, Yayay T Soemitra, Pamriadi, dan Udia Supriatna yang tidak melibatkan Elin dan Maman, sebagai tindakan yang tidak etis. Justru pertemuan itulah yang membuat kegaduhan di internal PDIP KBB karena seperti ada upaya untuk mengkotak-kotakan partai. 

    Padahal PDIP di KBB adalah partai pemegang kursi terbanyak di DPRD dan sebagai partai penguasa selama dua periode berturut-turut. Terbukti pada pemilu legislatif (pileg) 2009, PDIP berhasil meraih suara 138.000 dan pileg 2014 meraih 190.000 suara. Itu adalah prestasi yang harus dipertahankan oleh seluruh kader dan bukannya malah saling jegal. 

    "Kalau memang bicara membesarkan partai maka kader yang sudah menjalani kaderisasi sekalipun harus mau berkorban demi kemenangan partai. Bukan malah membuka borok sendiri karena pertemuan empat balon itu seperti menampar muka partai dan menjadi tertawaan partai lain," tandasnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Fenomena Equinox Membuat Suhu Udara Lebih Panas
    165 Desa di KBB Ditargetkan Bisa Miliki Website
    Aksi Solidaritas terhadap Rohingya Terus Meluas
     Wisatawan ke KBB Minim akibat Infrastruktur Buruk
    Fraksi Hanura Tolak Pembangunan Gedung DPRD KBB
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018