web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      Gerindra Tarik Dukungan terhadap Demiz-Syaikhu
      net Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu

      pilgub jabar

      Gerindra Tarik Dukungan terhadap Demiz-Syaikhu

      • Rabu, 13 September 2017 | 06:17:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Partai Gerindra menyatakan menarik dukungannya terhadap pasangan calon Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

      Pencabutan ini disebabkan ungkapan Syaikhu baru-baru ini yang dinilai tidak meyakinkan partai pengusungnya untuk memenangi Pilgub Jabar 2018.

      "Beliau (Ahmad Syaikhu) menyatakan belum terkenal di Jawa Barat. Itu sebuah sinyalemen bahwa yang kami usung ini tidak yakin menang. Makanya kami memilih mencabut kembali dukungan tersebut, pengusungan pasangan ini kami nyatakan cair kembali," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi, Selasa (12/9/2017).

      Pernyataan Syaikhu sendiri disampaikan pada Minggu (10/9/2017) lalu di Hotel Sutan Raja, Soreang, saat mendatangi acara konsolidasi dengan kader PKS se-Kabupaten Bandung. Saat itu, Syaikhu ketika memberikan pernyataan bahwa dirinya akan lebih suka tetap berada di Kota Bekasi dibandingkan maju di Pilgub Jabar. Karena menurutnya, dirinya belum terlalu dikenal di seluruh Jabar. Namun, Syaikhu juga megatakan bahwa dirinya akan menerima keputusan apapun dari DPP PKS.

      Menurut Mulyadi, setelah dinyatakan resmi diusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman pada 16 Agustus 2017, pasangan ini tidak melanjutkan proses administrasi dengan DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

      "Selama sebulan ini vakum saja. Komunikasi memang ada, tapi tidak ada follow up yang maksimal, padahal ini sangat penting untuk proses pemenangan. Seharusnya Deddy Mizwar memenuhi persyaratan administrasi untuk mendapat KTA (Kartu Tanda Anggota), kemudian menandatangani pakta integritas. Semua ini belum dilakukan, padahal kita harus terus maju," papar Mulyadi.

      Mulyadi mengatakan pihaknya akan kembali mencari calon gubernur dan wakil gubernur yang bersedia serius diusung. Terutama, mencari pengganti Ahmad Syaikhu yang sudah menyatakan tidak percaya diri memenangi Pilgub Jabar 2018.

      "Komunikasi dan koalisi dengan PKS tetap jalan, tapi kemungkinan untuk mengusung kembali Ahmad Syaikhu sangat kecil. Dengan siapa saja bisa, setelah dilakukan sejumlah kajian kembali. Soalnya Ketua Umum (Prabowo Subianto) mengarahkan saya harus memenangi Pilgub Jabar sebagai jembatan pemenangan Pilpres 2019," tandasnya.

      Mulyadi menegaskan, walaupun sudah merupakan partner koalisi yang baik dan memiliki kesamaan visi dan misi, PKS seharusnya menjaga proses pemenangan pasangan yang diusungnya ini. Selama ini diketahui, Partai Gerindra hanya dalam posisi menyetujui dan mendukung pasangan yang lebih dulu diusung PKS tersebut.

      "Malahan Gerindra sekarang sedang sangat intens berkomunikasi dengan Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Dalam kondisi yang kembali cair ini, kami terus mendalami kemungkinan koalisi dengan partai-partai lainnya dan mengusung nama lainnya," katanya.

      Gerindra pun, katanya, akan kembali mengukur elektabilitas dan popularitas sejumlah tokoh atau nama di Jawa Barat untuk diusung bersama koalisi partai yang tengah dibentuk untuk memenuhi persyaratan pengusungan pasangan calon gubernur dan wakilnya ini.

      Menanggapi hal tersebut, Demiz menegaskan masih memegang teguh komitmen Ketua Umum Partai Gerindra dalam pertemuannya di Jakarta, 16 Agustus 2017 lalu. Dalam pertemuan itu, dinyatakan Demiz akan diusung Gerindra menjadi calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018. Dan wagub Jabar ini pun bersedia menjadi kader Partai Gerindra sebagai syarat pengusungan tersebut.

      "Saya masih belum tahu , karena yang komitmen selama ini adalah Ketua Umum. Tapi tolong cek maksudnya apa. Supaya jangan sampai missperception," kata Demiz di Cirebon, Selasa (12/9/2017).

      "Saya memercayai bagaimana seorang pejuang, militer, jenderal, berkomitmen. Tanya Pak Prabowo, apa itu instruksinya, saya enggak yakin," sambungnya.

      Demiz tak menampik terakhir kali dia berkomunikasi dengan Prabowo, yakni saat pengusungan tersebut. Hal ini disebabkan dirinya sangat memercayai integritas dan komitmen Prabowo. Selama ini pun, dirinya belum pernah mendapat kabar pencabutan dukungan tersebut dari Prabowo.

      Saat ditanya mengenai kemungkinan penggantian Ahmad Syaikhu sebagai pasangannya, Deddy Mizwar mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi. "Jangankan berganti pasangan. Saya enggak jadi pun bisa saja. Misal kalau setelah mendaftar di KPU, besoknya meninggal," katanya.

      Soal KTA, Demiz menegaskan siap memenuhinya kapan pun diminta. Sebab, dirinya telah menyatakan bersedia menjadi kader dan ditunjuk Prabowo menjadi Penasihat Partai Gerindra. "(Masalah KTA) itu kan teknis, mekanisme. Bilang saja kapan bisa dicetaknya, saya datang," katanya.

      Pihak DPW PKS Jabar sendiri masih menunggu instruksi DPP PKS untuk melakukan langkah selanjutnya, dalam menyikapi pencabutan dukungan oleh Gerindra tersebut.

      Sekretaris Umum DPW PKS Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan, sebelumnya para petinggi PKS dan Gerindra di tingkat pusat sepakat mengusung pasangan Demiz-Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018. Tentunya, pencabutan dukungan secara sepihak ini bertentangan dengan kesepakatan sebelumnya.

      "Ini masuk ke ranah yang sudah di tangan DPP. Jadi kita lebih bersikap menunggu saja, bagaimana arahan DPP," kata Hadi saat dihubungi wartawan, Selasa (12/9/2017). (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      PPP Siap Ikuti Konvensi Cawagub Pendamping Emil
      Dedi Mulyadi Calon Gubernur Favorit Mahasiswa
      Emil: Kalau tidak Cocok, Jangan Paksakan
      Emil Ingin Tentukan Sendiri Cawagub Pendampingnya
      Pendukung Emil Deklarasikan Relawan Jabar Juara
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Teladani Semangat Pahlawan
        Teladani Semangat Pahlawan

        HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018