web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sindikat Pemalsu STNK Mobil-Motor Mewah Dibongkar
    juaranews 26 motor besar dengan STNK palsu disita Polda Jaba

    Sindikat Pemalsu STNK Mobil-Motor Mewah Dibongkar

    • Rabu, 13 September 2017 | 01:25:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Polda Jabar membongkar sindikat pemalsu surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu khusus sepeda motor dan mobil mewah. Tiga tersangka anggota sindikat, Urip Hamzah Said, Edvan Harapan, dan Satrio Jatmiko, berhasil dibekuk.

    Kasus ini terungkap bermula dari informasi pada 25 Agustus 2017 tentang maraknya STNK palsu yang digunakan oleh para pemilik kendaraan, motor besar dengan kapasits mesin di atas 500-1.500 Cc, seperti, Harley Davidson dan mobil mewah, di wilayah hukum Polda Jabar. Berdasar informasi tersebut, Tim Subdit I Ditreskrimum Polda Jabar yang dipimpin AKBP Budi Satria Wiguna, bergerak cepat melakukan penyelidikan.

    Anggota juga melakukan penyamaran sebagai penyuka motor besar dan mendekati tersangka Satrio Jatmiko. Dari Satrio diperoleh infornasi bahwa STNK untuk motor besar bodong (tanpaa surat resmi, tak membayar pajak, dan hasil selundupan), bisa diperoleh melalui dirinya dengan harga Rp5 juta sampai Rp6 juta.

    "Tersangka Satrio ditangkap di rumahnya Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung sekitar pukul 20.30 WIB. Di dalam rumah Satrio, anggita mengamankan sejumlah barang bukti, seperti satu unit motor Honda Gold Wingwarna silver stone, satu unit motor Ducati, satu unit motor Yamaha Police, 250 lembar STNK palsu, dan 4,5 butir ekstas," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat ekspose di Mapolda Jabar, Jalan Siekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (12/9/2017).

    Agung mengemukakan, dari penangkapan Satrio, anggota melakukan pengembangan dengan menggeledah ulang kediaman tersangka. Dari penggeledahan yang juga disaksikan ketua RT setempat, anggota berhasil mengamankan 41 lembar STNK palsu, 5 butir ekstasi, dan 1 unit mobil mewah Mercedes Benz C 200 AT.

    "Tim kemudian mengamankan seseorang yang sering memesan STNK palsu dari tersangka Satrio. Selain itu, tim Subdit I juga nengamankan tujuh unit motor besar berjenis mewah," ujar Kapolda.

    Selanjutnya, pada Sabtu (9/9/2017), mengembangkan kasus ke Jakarta. Edvan Harapan diringkus di Jalan Pelita Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (10/9/2017). Edvan merupakan perantara yang menghubungkan tersangka Satrio dengan otak pemalsu dokumen palsu kendaraan mewah itu.

    Tersangka Edvan mengaku menjual STNK palsu kepada Satrio dengan harga Rp 2 juta untuk sepeda motor besar dan Rp4 juta untuk mobil mewah. Sementara tersangka Satrio menjual STNK palsu itu dengan harga Rp5 juta untuk motor dan Rp7 juta mobil mewah. "Tersangka Satrio memesan STNK palsu kepada Edvan melalui pesan singkat SMS dan Whatsapp," kata Agung.

    Setelah meringkus Satrio dan Edvan, tim Subdit I berhasil menangkap tersangka Urip Hamzah Said di tempat kos Utan Kayu, Matraman Jakarta Timur. Urip merupakan otak pembuat STNK palsu. Tersangka Urip hanya menerima pesanan STNK palsu dari Edvan. Urip tidak mengenal Satrio walaupun satu jaringan sindikat. Dari tempat kos Urip, polisi mengamankan satu unit komputer, 523 lembar blanko kosong berformat STNK palsu, blangko kosong 540 lembar. Total 1.100 lembar blanko STNK palsu.

    "STNK palsu ini dibuat dengan cara sederhana. Banyak ciri yang bisa dilihat untuk membedakannya dengan yang asli. Salah satu hologram lambang kepolisian yang tudak ada di STNK palsu. Untuk memberantas motor dan mobil mewah bodong dengan STNKVpalsu ini, kami akan melaksanakan razia besar-besaran di seluruh Jabar," kata Agung. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Netty Ingin Perpustakaan di Jabar Lebih Kreatif
    BPN Siap Bebaskan Tanah Warga untuk Kereta Cepat
    Atas Banjir, Saluran Air Pasteur Mulai Dikerjakan
    Musim Hujan Diprediksi Baru Tiba di Bulan November
    BNNP Tegaskan tak Ada Peredaran Pil PCC di Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018