web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Makam Kuno 3.500 Tahun Dibongkar

    Makam Kuno 3.500 Tahun Dibongkar

    • Selasa, 12 September 2017 | 22:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    Pemerintah Mesir melalu Kementerian Kepurbakalaan membongkar makam kuno berusia 3.500 tahun di nekropolis Dra Abul Naga, tepi barat Sungai Nil, Luxor, Mesir. Di dalam makam itu, terdapat sejumlah patung, sakropagus, tembikar, dan mumi.

    Setelah diteliti oleh para ahli, makam tersebut diperkirakan berusia 3.500 tahun lampau atau pada era Dinasti Firaun ke-18 berkuasa di Mesir kuno. Kompleks makam kuno tersebut merupakan milik Amenemhat, tukang mas dan keluarganya. "Makam itu milik Amenemhat dan istrinya Amenhotep," kata Mostafa Al-Waziri, pemimpin tim penggalian makam kuno. 

    Menurut Mostafa, Amenhotep merupakan nama laki-laki. Namun di dalam makam, para ahli menemukan banyak bukti bahwa sakropagus di samping Amenemhat merupakan nyonya rumah. Di pintu masuk, sosok Amenemhat dan istrinya digambarkan dalam sebuah patung. Di antara kaki mereka, tampak sebuah patung anak laki-laki mereka.

    “Arkeolog memperkirakan keluarga Amenemhat hidup di masa pemerintahan Dinasti Firaun ke-18 Mesir. Makam itu pernah digunakan ulang, ditunjukkan oleh sarkofagus dari Dinasti Firaun ke-21 dan 22,” ujar Mostafa.

    Makam yang baru dibuka ini tidak dalam kondisi baik. Tetapi isinya memberikan petunjuk bagi penemuan-penemuan lain. Misalnya, di makam itu terdapat 50 kerucut pemakaman—sejenis gerabah yang dicap. “Sebanyak 40 di antaranya memberikan bukti makam lain milik empat pejabat kekaisaran Mesir kuno dari periode tersebut," ujar Menteri Kepurbakalaan Mesir Khaled El-Enany. (*) 

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gitar Listrik dari Lego
    Ikan Hiu Ini Menyala Dalam Gelap
    Pakistan Girl, Kampanye Perangi Korupsi
    Asyik Lihat GPS, Pria dan Mobilnya Masuk Sungai
    Penggemar Ular Tewas di Tangan Piaraannya
    Berita Terdahulu

    Editorial