PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


    Mantan Wali Kota Ngaku tak Tahu soal Korupsi GBLA

    • Selasa, 12 September 2017 | 02:11:00 WIB
    • 0 Komentar


    Mantan Wali Kota Ngaku tak Tahu soal Korupsi GBLA
    Dada saat bersaksi di sidang korupsi GBLA net

    JuaraNews, Bandung - Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku tidak tahu-menahu soal terjadinya korupsi pada pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebade, Kota Bandung.

    Pernyataan tersebut disampaikan Dada saat dimintai kesaksiannya pada sidang sidang kasus korupsi pembangunan GBLA dengan terdakwa mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Yayat Ahmad Sudrajat di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Senin (11/9/2017).

    "Stadion itu sudah beres dan diserahterimakan, bahkan dipakai Presiden dan Wakil Presiden. Kalau sekarang menjadi masalah hukum, saya tidak tahu menahu karena secara fisik sudah beres," jelas Dada, menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum.

    Dada mengungkapkan, kalaupun pembangunan stadion itu secara fisik ada kekurangan, itu sudah diperbaiki dan sekarang bahkan sudah berdiri megah dan dipakai beberapa kali pada even internasional. "Di awal peresmian saja sudah dipakai pertandingan internasional, tercatat ada 9 kali pertandingan," kata Dada.

    Selain Dada, sidang kali ini juga menghadirkan saksi mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan. Dalam kesaksiannya, Danny mengatakan, stadion itu dibangun karena kebutuhan mengingat tim Persib Bandung tidak memiliki home base sendiri. Stadion Siliwangi yang biasanya digunakan tim Maung Bandung,merupakan milik Kodam III/Siliwangi, sedangkan Stadion si Jalak Harupat milik Pemkab Bandung. Karena itu, lanjut Danny, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung sepakat membangun stadion untuk kandang Persib.

    Kuasa hukum terdakwa Yayat, Junaidi SH mengatakan, Stadion GBLA dibangun atas itikad baik dari 2 pemerintahan, untuk mewujudkan keinginan masyarakat Jabar yang memimpikan Persib memiliki home base sendiri yang bertaraf internasional. "Apa yang dikatakan Pak Dada benar, beliau tidak tahu menahu di belakang hari ada masalah karena sudah beres dan diserahterimakan," kata Junaidi.

    Junaidi mengungkapkan, dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum disebutkan Yayat melakukan korupsi secara bersama sama. Bahkan, jaksa menyebutkan nama-nama pejabat Pemkot Bandung yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurut Junaidi, sat itu Yayat hanya sebatas pejabat teknis yang selanjutnya ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran.

    Dalam dakwaan jaksa, kata Junaida, disebutkan Yayat melakukan korupsi bersama-sama dengan Juniarso Ridwan dan Rusjab Adimenggala, keduanya merupakan mantan Kepala Distarcip. Juga ada nama Totoh Rustandi selaku Kuasa Pengguna Anggaran 2009-2011, Forest Djieprang konsultan perencana PT Penta Rekayasa, dan Teuku Bagus selaku Kepala Divisi Kontruksi PT Adi Karya . (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Gasibu, Warga Harus Skrining lewat Aplikasi Peduli Lindungi
    Perbaikan Pipa PDAM yang Pecah di Jalan RE Martadinata Kota Bandung Hampir Rampung
    PPKM Darurat Diperpanjang, Jalan-jalan di Kota Bandung Kembali Dibuka pada Siang Hari
    Ini Surat Terbuka Korban Pungli di TPU Cikadut Kota Bandung
    Muncul Aliran Sesat di Buahbatu Kota Bandung, Polisi Amankan Delapan Orang
    Berita Terdahulu
    Iklan Nawisa

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads