web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jokowi Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad
    net Presiden Jokowi saat menyampaikan orasi ilmiah

    Jokowi Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

    • Senin, 11 September 2017 | 21:21:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Presiden Joko Widodo memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (11/9/2017).

    Dalam orasi ilmiahnya, Jokowi menyampaikan keterbukaan informasi. Menurutnya, dengan adanya keterbukaan informasi, hal- hal yang sebelumnya tidak dapat disampaikan langsung kepada pemerintah, kini dapat disampaikan.

    "Inilah keterbukaan yang kita hadapi dan semuanya harus siap. Bukan hanya urusan seperti Freeport dan Newmont. Hal-hal personal saja bisa disampaikan kepada kita," ujar Jokowi.

    Pada kesempatan tersebut Jokowi bercerita, beberapa hari lalu mendapatkan 'keluhan' dari warga yang disampaikan melalui media sosial (medsos). Keluhan itu bukan tentang kebijakan pemerintah, tapi soal pernikahan Raisa Andriana dengan Hamish Daud.

    "Satu atau dua hari lalu saya di-komplain mengenai Raisa. 'Pak Presiden ini satu lagi aset Indonesia jatuh ke tangan asing karena ternyata suaminya orang Australia' ," ujar Jokowi'

    Pernyataan Jokowi ini pun mengundang gelak tawa para undangan. Hal tersebut, menurut Jokowi, merupakan contoh besarnya kekuatan media sosial. Belum sempat membalas keluhan soal Raisa, sambung Jokowi, dirinya sudah mendapat keluhan lain. Kali ini, soal Laudya Chintya Bella.

    "Pak, ini satu lagi aset Indonesia lari ke tangan asing. Itu Pak, Laudya Chintya Bella dinikahi orang Malaysia," ujar Presiden yang juga disambut tawa para hadirin.

    Adanya keluhan yang masuk ke akun mensosnya, kata Jokowi, membuktikan adanya keterbukaan informasi. Hal tersebut, menurut Presiden, harus diantisipasi. Meski banyak sisi positif, banyak pula sisi negatif yang berpengaruh buruk terhadap masyarakat.

    "Konten yang jelek harus kita antisipasi. Fitnah, mencela, menyalahkan, berita hoaks harus kita hentikan. (Penggunaan media sosial) harus positif. Keamanan dunia maya perlu diperkuat," tutup Jokowi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Atas Banjir, Saluran Air Pasteur Mulai Dikerjakan
    Musim Hujan Diprediksi Baru Tiba di Bulan November
    BNNP Tegaskan tak Ada Peredaran Pil PCC di Jabar
    Jabar Pasar Potensial bagi Pengedar Narkotika
    BNNP Gagalkan Penyelundupan 230 Kg Ganja dari Aceh
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018