Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Jokowi Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad
    net Presiden Jokowi saat menyampaikan orasi ilmiah

    Jokowi Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

    • Senin, 11 September 2017 | 21:21:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Presiden Joko Widodo memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (11/9/2017).

    Dalam orasi ilmiahnya, Jokowi menyampaikan keterbukaan informasi. Menurutnya, dengan adanya keterbukaan informasi, hal- hal yang sebelumnya tidak dapat disampaikan langsung kepada pemerintah, kini dapat disampaikan.

    "Inilah keterbukaan yang kita hadapi dan semuanya harus siap. Bukan hanya urusan seperti Freeport dan Newmont. Hal-hal personal saja bisa disampaikan kepada kita," ujar Jokowi.

    Pada kesempatan tersebut Jokowi bercerita, beberapa hari lalu mendapatkan 'keluhan' dari warga yang disampaikan melalui media sosial (medsos). Keluhan itu bukan tentang kebijakan pemerintah, tapi soal pernikahan Raisa Andriana dengan Hamish Daud.

    "Satu atau dua hari lalu saya di-komplain mengenai Raisa. 'Pak Presiden ini satu lagi aset Indonesia jatuh ke tangan asing karena ternyata suaminya orang Australia' ," ujar Jokowi'

    Pernyataan Jokowi ini pun mengundang gelak tawa para undangan. Hal tersebut, menurut Jokowi, merupakan contoh besarnya kekuatan media sosial. Belum sempat membalas keluhan soal Raisa, sambung Jokowi, dirinya sudah mendapat keluhan lain. Kali ini, soal Laudya Chintya Bella.

    "Pak, ini satu lagi aset Indonesia lari ke tangan asing. Itu Pak, Laudya Chintya Bella dinikahi orang Malaysia," ujar Presiden yang juga disambut tawa para hadirin.

    Adanya keluhan yang masuk ke akun mensosnya, kata Jokowi, membuktikan adanya keterbukaan informasi. Hal tersebut, menurut Presiden, harus diantisipasi. Meski banyak sisi positif, banyak pula sisi negatif yang berpengaruh buruk terhadap masyarakat.

    "Konten yang jelek harus kita antisipasi. Fitnah, mencela, menyalahkan, berita hoaks harus kita hentikan. (Penggunaan media sosial) harus positif. Keamanan dunia maya perlu diperkuat," tutup Jokowi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tiru Langkah Kota Bandung, PKS Usung Wabup Gun Gun sebagai Calon Bupati
    Mini Lab Food Kota Bandung Masuk 15 Inovasi Terbaik Indonesia
    Di masa AKB, Diskar Kota Bandung Konsisten Laksanakan Disinfektan
    Simulasi Olahraga di Bandung, Harus Izin Gugus Tugas
    PMII Kabupaten Bandung Beraudiensi dengan Polresta Bandung
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads