web stats service from statcounter

Hot News

  • Tinggalkan Persib, Ini Pesan Emral Abus
    Tinggalkan Persib, Ini Pesan Emral Abus
    • 22 November 2017 | 08:09:00 WIB

    EMRAL Abus tak akan lagi menangani tim Persib pada musim 2018, setelah kontraknya berakhir seiring usainya kompetisi Liga 1 2017.

Inspirasi

    Emil Bekali Mahasiswa IAIN Cirebon Ilmu Kepemimpin
    net Ridwan Kamil

    Emil Bekali Mahasiswa IAIN Cirebon Ilmu Kepemimpin

    • Senin, 11 September 2017 | 05:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cirebon - Bakal calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil membekali mahasiswa IAIN Syech Nurjati Cirebon soal nilai-nilai kepemimpinan untuk bahan mereka ke depan setelah lulus kuliah pada kesempatan Stadium General Orientasi Nilai-nilai Dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) 2017, Minggu (10/9/2017).

    "Indonesia lahir tidak dari hadiah, tapi hasil perjuangan darah dan keriingat para pejuang. Karena itu kita tidak boleh melupakan sejarah," kata Emil mengawali orasi ilmiahnya dengan tema 'Bekal setalah lulus kuliah'.

    Menurut Emil, ada 4 tipe kepemimpinan yang perlu diketahui mahasiswa. Pertama pemimpin yang diikuti kata-katanya. Tipe pemimpin seperti ini ada pada jaman nabi dan rasul. Sekarang tidak ada lagi. Kedua, tipe pemimpin penakluk wilayah. Pemimpin tipe ini juga tidak ada jaman sekarang, yaitu raja atau ratu. Ketiga tipe pemimpin pembebasan (revolusioner), seperti Bung Karno di ndonesia, Nelson Mandela di Afrika dan sebagainya.

    Tipe pemimpin yang ada zaman sekaarang adalah pemimpin dari kebanyakan. Seorang pemimpin yang datang dari rakyat. "Kalau Jokowi (Joko Widodo) bisa jadi presiden, maka kalian (mahasiswa) juga bisa menjadi presiden. Datang dari rakyat jangan lupa gayanya harus seperti rakyat," pesan Emil.

    Pesan kedua yang disampaikan Emil adalah soal kebhinekaan. Pada 2016, kata Emil, ada 2.700 berita hot atau berita yang diproduksi dengan tujuan untuk memecah belah bangsa. Berita yang menginginkan rakyat Indoneisa saling benci dan marah. "Hati-hatilah mencari informasi. Perang hari ini perang melawan inormasi. Jadi tugas kita adalah memilah informasi," ucapnya.

    Ketiga, mahasisswa harus punya jiwa kepemimpinan dalam diri sendiri, yang meliputi kemampuan memimpin diri sendiri, memimpin keluarga dan memimpin masyaarakat. "Musuh besar diri kita adalah diri kita sendiri. Karena itulah, bagaimana kita bisa menjadi maanusia yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain," ungkapnya.

    Dalam praktiknya, jika ingin menjadi pemimpin yang berhasil maka harus mempunyai empat krierria ini. Pertama, jadi pemimpin yang memberikan contoh, kedua harus membawa perubahan, ketiga mau mendengarkan rakyat dan terakhir harus punya visi ke depan. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dana Desa Efektif Percepat Bangun Infrastruktur
    Soal Rekomendasi Golkar, Emil tak Ambil Pusing
    Deklarasi Demiz Cagub Jabar Tinggal Tunggu Waktu
    Pilih Cawagub, Emil Pilih Mekanisme Konevensi
    Inilah Kriteria Desa Layak Program Padat Karya
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Advertisement On Google