web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Indonesia Siap Kerja Sama Iptek dengan Anggota OKI
    kemenkopmk Puan Maharani saat mendampingi Wapres Jusuf Kalla

    Indonesia Siap Kerja Sama Iptek dengan Anggota OKI

    • Senin, 11 September 2017 | 05:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Astana - Menteri Koordinator Pembagunan Manusia dan Kebudayaaan (Menko PMK) Puan Maharani menyambut baik agenda kerja sama ilmu pengetahun dan teknologi (Iptek) di antara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

    Puan menegaskan bangsa Indonesia, berkomitmen untuk turut bekerja membangun dunia yang lebih baik. Yakni menciptakan dunia yang bebas dari konflik dan ketegangan, dunia di mana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas. Dunia di mana keadilan dan kesejahteraan berlaku untuk semua orang, serta dunia di mana kemanusiaan dapat mencapai kejayaannya yang penuh.

    Karena itu, kerja sama iptek antara di antara negara OKI sangat strategis dalam penguatan hubungan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat pada abad 21 ini.

    “Yang segera bisa kita lakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset. Untuk riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian dan kelautan di Indonesia sudah cukup maju dan bisa menjadi konstribusi Indonesia dalam kerangka kerja sama iptek negara-negara OKI,” ungkap Puan saat mendampingi Wapres Jusuf Kalla yang menghadiri Konferensi OKI tentang Pengembangan Iptek di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/9/2017) siang waktu setempat.

    Puan juga menegaskan di era globalisasi saat ini, semua negara saling terhubung melalui perdagangan, finansial, industri, teknologi, dan antarmasyarakat. Kondisi ini membawa setiap negara berupaya mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasionalnya. Setiap negara dituntut untuk memiliki kapasitas yang memadai agar dapat memperoleh manfaat yang optimal.

    “Saat ini, kita berada dalam lingkungan dunia yang masih membutuhkan komitmen dan kerja bersama untuk menciptakan kehidupan dunia yang lebih baik. Marilah kita bangun ilmu pengetahuan yang dapat menuntun kita bersama untuk meraih peradaban dunia yang maju dan bermartabat,” paparnya.

    Menko PMK mengakui, perkembangan iptek membawa era globalisasi mempermudah segala aspek kehidupan, seperti dalam komunikasi, industri, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, jasa keuangan, dan sektor transportasi. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antarnegara dalam penguasaan iptek. Untuk mempercepat hal tersebut, berbagai upaya dilakukan melalui penguatan pendidikan, riset, dan kolaborasi industri.

    KTT OKI kali ini bertujuan memetakan strategi negara-negara Islam di bidang sains dan teknologi dalam 10 tahun ke depan. Hal tersebut untuk mempersempit kesenjangan sains dan teknologi antarumat Islam dengan negara maju. Konferensi Iptek negara-negara OKI juga bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan Iptek antara negara negara OKI dengan negara maju.

    Rangkaian KTT telah dimulai sejak tanggal 8 September 2017, melalui pembahasan pejabat tinggi masing-masing negara. Acara utama akan diselenggarakan pada 10-11 September 2017. Indonesia dalam KTT ini juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang sains, teknologi dan pembangunan manusia. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota Nilai Pengusaha Angkutan Online Arogan
    PLN Area Cirebon Setiap Bulan Rugi Rp 1,1 Miliar
    Tenggak Eximer 12 Remaja Keracunan dan Dirawat
    5 SD di Sumedang Terkena Proyek Tol Cisumdawu
     Pelaku Pembunuhan Laki Sesama Jenis di Dibekuk
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google