web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Menikmati Ratusan Anggrek Langka di Cikole Lembang
    Yanyan Pengunjung sedang memasuki kawasan Orchid Forest

    Menikmati Ratusan Anggrek Langka di Cikole Lembang

    • Sabtu, 9 September 2017 | 19:55:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung Barat – Kawasan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terkenal dengan udara sejuk dan pemandangannya yang asri. Tak heran banyak orang yang selalu datang ke kawasan ini untuk menikmati sejuknya alam atau sekadar berwisata dengan keluarga dan orang-orang tercintanya.

    Saat ini, tanaman anggrek coba dibudidayakan di kawasan Cikole ini. Anggrek atau yang dalam bahasa latinnya orcchidaceae, merupakan salah satu varietas tanaman yang banyak dicari karena bunganya sangat indah. Bunga ini pun banyak tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia yang banyak dijumpai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan juga Papua. 

    Saat ini berbagai jenis anggrek sedang dibudidayakan di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dengan suhu udara antara 14-17 derajat celcius diyakini sangat cocok untuk perkembangbiakan angrek dan endemiknya di kawasan Parahyangan. 

    Nantinya kawasan tersebut akan disulap menjadi hutan anggrek terbesar di Indonesia yang berada di hutan lindung dengan luas sekitar 12 hektare. Hutan anggrek atau Orchid Forest Lembang  ini memiliki 157 koleksi bunga anggrek yang bukan hanya dari seluruh Indonesia tapi juga varietas anggrek dari beberapa negara seperti Venezuela, Peru, dan Amerika Serikat.

    "Setengah spsies anggrek di dunia bisa hidup di Indonesia. Untuk itu kami akan mengembangkan ecotourism anggrek di kawasan Cikole ini menjadi taman edukasi," tutur Dirut PT Jala Energy yang juga pengelola Orchid Forest Lembang, Barry Akbar saat soft launching kepada wartawan belum lama ini.  

    Dia menjelaskan, koleksi angreknya diklaim yang terlengkap di Indonesia. Salah satunya seperti angrek langka dari Papua yakni anggrek hitam (coelogyne pandurata). Jenis anggrek langka lainnya adalah anggrek kantong semar atau anggrek selop (paphiopedilum glaucophyllum) yang memiliki bentuk unik dan berbeda dengan anggrek pada umumnya. 

    Ada juga beberapa jenis anggrek langka dan dilingungi lainnya seperti Paraphalaenopsis laycocki, Paraphalaenopsis labukensis, dan Paraphalaenopsis serpentilingua. Ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit diperoleh. Kemudian Phalaennopsis gigantea atau anggrek bulan gajah, Spatthoglottis aurea atau anggrek tanah kuning, dan juga Grammatophylium speciosum.

    "Cita-cita besar kami akan menjadikam Orchid Forest Lembang menjadi pusat budidaya, konservasi dan penangkaran bunga angrek langkadunia," ucapnya.

    Pengunjung yang datang tidak hanya sekadar menikmati keragaman anggrek tapi sekaligus pula bisa membawa anggrek kesayangnya yang sakit untuk obati. Pasalnya, di Orchid Forest Lembang ada klinik anggrek, khusus untuk merawat anggrek yang sakit. Termasuk juga nantinya akan dibangun museum anggrek sehingga masyarakat bisa mengetahui nama dan jenis anggrek, serta tempat asalnya. "Indonesia memiliki jenis anggrek yang luar biasa, karena itu potensi ini harus dikembangkan," imbuhnya. 

    Sementara itu Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten Andi Purwadi menyebutkan, lokasi yang digunakan untuk objek wisata Orchid Forest berstatus hutan lindung dengan pepohonan pinus yang rimbun dan menjulang tinggi. Menurutnya segala keunikannya bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Bandung terlebih lokasinya tak jauh dari Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu yang pamornya sudah mendunia.

    "Hutan lindung hanya bisa dikembangkan untuk jasa lingkungan dan ecotourism. Nantinya, anggrek-anggrek yanga ada di Orchid Forest ditempel di pohon pinus," tuturnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Fenomena Equinox Membuat Suhu Udara Lebih Panas
    165 Desa di KBB Ditargetkan Bisa Miliki Website
    Aksi Solidaritas terhadap Rohingya Terus Meluas
     Wisatawan ke KBB Minim akibat Infrastruktur Buruk
    Fraksi Hanura Tolak Pembangunan Gedung DPRD KBB
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018