web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Warga Tasik Gelar Doa Bersama bagi Muslim Rohingya
    net

    Warga Tasik Gelar Doa Bersama bagi Muslim Rohingya

    • Jumat, 8 September 2017 | 20:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Ribuan  massa dari berbagai organisasi masyarakat di Kota Tasikmalaya  menggelar aksi peduli Rohingya, Jumat (8/9/2017). Mereka menuntut Pemerintah Indonesia turun tangan mendesak Pemerintah Myanmar  untuk menghentikan penindasan terhadap warga muslim Rohingya. 

    Aksi yang dimulai selepas salat Jumat itu, menjadi kesempatan ribuan massa yang berasal dari ormas Islam, tokoh lintas agama, dan mahasiswa. Massa melakukan longmarch dari Masjid Agung Tasikmalaya menuju Tugu Asmaul Husna. Massa mengibarkan sebuah bendera dan membentangkan poster seraya bersalawat dan menyuarakan ‘selamatkan Rohingya’.

    “Semoga doa-doa kami hari ini bisa menghentikan penindasan yang membuat sekitar 140.000 warga Rohingya menderita,” ucap Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Aminudin Bustomi.

    Aksi tersebut dapat mendorong seluruh kaum muslimin di Indonesia untuk membantu muslim Rohingya. Aminudin mengatakan, aksi tersebut harus jadi kesempatan untuk menunjukan bahwa muslim Rohingya tidak sendiri.

    Selain itu, Koordinator aksi peduli muslim Rohingya Nanang Nurjamil mewakili ribuan massa Tasikmalaya, meminta Pemerintah Indonesia bisa terus mendesak Pemerintah Myanmar terkait nasib warga etnis Rohingya.

    “Jika pemerintah tidak mampu menghentikan penindasan muslim Rohingya, maka warga Tasikmalaya siap berangkat ke Myanmar untuk membela warga etnis Rohingya dan siap perang,” tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota Nilai Pengusaha Angkutan Online Arogan
    PLN Area Cirebon Setiap Bulan Rugi Rp 1,1 Miliar
    Tenggak Eximer 12 Remaja Keracunan dan Dirawat
    5 SD di Sumedang Terkena Proyek Tol Cisumdawu
     Pelaku Pembunuhan Laki Sesama Jenis di Dibekuk
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google